Daging Sapi Langka
Penjual Daging Sapi di Bekasi Juga Ikut Mogok
Ratusan penjual daging sapi di Kota Bekasi melakukan aksi mogok massal sebagai bentuk protes terhadap keputusan pemerintah yang membatasi kuota impor.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
WARTA KOTA, BEKASI - Ratusan penjual daging sapi di Kota Bekasi melakukan aksi mogok massal. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap keputusan pemerintah pusat yang membatasi kuota kuartal III import daging sapi ke Indonesia sebanyak 50.000 ekor.
Agus (29), karyawan toko UD Cabe Giling di Pasar Baru Bekasi, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi mengaku, penjual daging sapi telah mogok berjualan sejak Minggu (9/8/2015) lalu.
Mereka menolak berjualan karena langkanya pasokan sapi di pasaran hingga berujung mahalnya harga beli daging sapi dari Rumah Potong Hewan (RPH).
"Mereka bilang harga sapi sudah mahal, karena sapi langka. Bisa langka, katanya karena dibatasi kuotanya oleh pemerintah," kata Agus pada Senin (10/8/2015).
Agus mengatakan, sejak mereka mogok berjualan, para pembeli mayoritas ibu rumah tangga menjadi kebingungan.
Banyak dari mereka, menanyakan ke pedagang lain ihwal penyebab mogoknya para penjual daging sapi. Tak ayal, mereka pun banyak beralih ke daging ayam.
"Mungkin karena nggak ada daging sapi, makanya mereka beralih ke daging ayam," katanya.
Berdasarkan informasi yang dia dapat, kata Agus, para penjual sapi akan kembali menjajakan dagangannya pada Kamis (13/8) mendatang.
Unang (40) penjual soto ayam dan sop sapi, mengaku telah mengantisipasi hal ini dengan menyetok pasokan daging sapi.
Langkah itu ditempuh agar dia tetap bisa berjualan sop. "Mogoknya lama sampai empat hari, kalau tidak diakalin begini saya tidak akan bisa berjualan," ujar Unang yang memperoleh omzet hingga Rp 4 juta per hari.
Unang mengatakan, tahu adanya rencana aksi mogok ini dari penjual daging sapi langgannya. Lalu penjual itu, memberitahu lokasi peternakan hewan perorangan yang bisa menjajakan dagingnya.
Hanya saja jumlah minimal daging sapi yang bisa dibeli sebanyak 25 kg.
"Hari minggu kemarin saya beli dua boks daging sapi sebanyak 50 kg. Sengaja beli banyak, karena dalam sehari saya bisa menghabiskan 10 kg untuk dijual," jelasnya.
Kebijakan pemerintah pusat, tidak hanya membuat para penjual daging sapi mogok. Tapi tempat RPH di Teluk Pucung, Bekasi Utara juga tampak sepi. Para karyawan mengaku, sudah dua hari tidak ada aktifitas pemotongan sapi.
"Dari Sabtu malam di sini sudah tidak motong hewan," ujar Midun (29) karyawan di RPH Teluk Pucung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150713jelang-lebaran-harga-daging-sapi-di-bekasi-merangkak-naik_20150713_151741.jpg)