Selasa, 28 April 2026

Anny Alkhusniaty: Sosok Ibu Pengendali Bisnis Bengkel

Anny Alkhusniaty (47), ibu rumah tangga, sukses membangun bisnis bengkel umum dengan omset di atas Rp 500 juta per bulan.

Editor: Suprapto
Wartakotalive.com/Herry Sinamarata
Anny Alkhusniaty (47), ibu rumah tangga, sukses membangun bisnis bengkel umum 

WARTA KOTA, PALMERAH— Anny Alkhusniaty (47), ibu rumah tangga, sukses membangun bisnis bengkel umum dengan omset di atas Rp 500 juta per bulan. Kuncinya, bekerja keras, bersikap amanah dan mau terus belajar.

Saya nggak ngerti manajemen, bukan ahli mesin. Saya hanya ibu rumah tangga, lulusan guru. Tapi, saya punya keyakinan, kalau mau maju, ya, kita harus kerja keras, harus amanah agar bisa dipercaya customer,”ujar pemilik Bengkel Fam Auto, Anny Alkhusniaty kepada Warta Kota di kantornya Jalan Cikunir Raya, Bekasi, belum lama ini.

Ketika Warta Kota tiba di bengkel milik keluarga Supaedi-Anny Alkhusniaty, suasana bengkel belum ramai. Hanya tampak, puluhan truk berwarna merah di parkir di dalam bengkel.

Di bagian tengah--- bengkel yang memiliki areal total 2.000 meter persegi- -- itu, tampak sejumlah karyawan. Mereka akan mengikuti briefing pagi. Pengarahan itu dipimpin oleh Anny didampingi Afif, Kepala Bengkel Fam Auto. Briefing itu diikuti sekitar 20 karyawan.

“Briefing kita laksanakan setiap hari jam 08.00 pagi, dibuka dan ditutup dengan doa. Biasanya membahas rencana kerja, pembagian tugas dan review pekerjaan, apakah sudah selesai atau belum. Apa ada kendala, lalu apa solusinya,”ujar Anny, lulusan IKIP Yogyakarta jurusan matematika tahun 1991.

Dalam pertemuan itu, tampak keakraban di antara sesama karyawan serta antara pimpinan dan anak buah. Sosok keibuan Anny turut mencairkan suasana. Sebab, dia tak hanya menanyakan soal pekerjaan tapi juga kabar keluarga.

“SDM adalah aset bisnis bengkel ini. Tapi, yang terpenting SDM harus memiliki mindset dan akhlak yang baik. Karyawan harus amanah agar bisa dipercaya oleh customer. Skill, kecakapan penting, tapi nomor dua. Itu bisa dilatih,”ujar ibu dari lima orang anak ini.

Berpikir positif

Sukses tidak bisa diraih secara instan. Butuh proses. Bengkel Fam Auto yang kini memiliki 40 karyawan itu butuh waktu sekitar 10 tahun untuk tumbuh seperti saat ini.

Bengkel ini didirikan dengan investasi sekitar Rp 700 juta di Jatiasih, Bekasi, pada tahun 2005. Awalnya, Anny hanya sebagai pemodal, belum ikut menanggani bisnis tersebut. Manajemen dipercayakan kepada saudaranya.

Waktu tiga tahun dianggap sudah cukup. Oleh karena tidak berkembang, akhirnya, Supaedi--- suami Anny yang bekerja di perusahaan PMA Jepang sebagai akuntan-- lalu meminta istrinya untuk terjun langsung, mengelola Bengkel Fam Auto.

Meski mengaku tak mengerti manajemen dan bukan ahli mesin, tapi Anny rupanya memiliki jiwa wirausaha sejati. Tanpa banyak berpikir, dia segera mengambil langkah pembenahan. Kebijakan pertama yang diambilnya adalah membenahi mindset dan akhlak.

Pasalnya, dia ingin agar Fam Auto menjadi bengkel yang dapat diandalkan dan dipercaya oleh costumer. Anny ingin karyawannya memiliki mindset, cara berpikir positif bahwa merawat mobil customer adalah amanah. “Saya tak mau lagi ada praktik mark up di bengkelnya seperti masa lalu,” ujar Anny.

Di meja kasir, Anny sengaja wmemasang tulisan: “Fam Auto tidak menerima permintaan mark up kwitansi.”

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved