Rabu, 13 Mei 2026

Koran Warta Kota

Ibunda Rian Menjerit Histeris

Kegelisahan pasangan Hadi Santoso (65) dan Rukmila (58) selama sembilan bulan terjawab sudah.

Tayang:
Editor: Lucky Oktaviano
dok.Warta Kota
Hayriantira (37) alias Rian, asisten Presiden Direktur PT XL Axiata 

WARTA KOTA, GARUT -- Kegelisahan pasangan Hadi Santoso (65) dan Rukmila (58) selama sembilan bulan terjawab sudah.

Sang anak kesayangan, Hayriantira (37) alias Rian, Asisten Presiden Direktur PT XL Axiata, ternyata tewas dibunuh di hotel di Garut.

Rabu (5/8) Rukmila bertemu dengan Andy Wahyudi (38), sang pembunuh anaknya, di Polda Metro Jaya.

Menurut informasi, ketika Andy mengaku telah membunuh Rian di Garut, Jawa Barat, Rukmila langsung menjerit histeris. Dia meronta-ronta, tak menerima anaknya diperlakukan seperti itu.

Beberapa orang kerabat, termasuk penyidik berusaha menenangkan Rukmila. Suara tangisan Rukmila bahkan sampai terdengar ke ruangan lain.

Namun, kemarin Rukmila mulai tenang. Bersama suami dan keluarga lainnya, Rukmila sengaja berangkat ke Garut begitu mengetahui bahwa anaknya Rian dibunuh di sana, Oktober 2014 lalu.

Mereka sengaja menginap di Hotel Cipaganti, tempat Rian meregang nyawa.

Kepada resepsionis hotel, Rukmila malah meminta kamar yang lokasinya berseberangan dengan kamar nomor 5, tempat anaknya dihabisi oleh Andy.

Dari kamar itu, menurut Rukmila, dia selalu memandang lokasi kamar tempat anaknya dibunuh.

"Kami memang sejak pertama ingin menginap di sini. Apalagi kami tahu akan ada rekonstruksi hari ini (kemarin —Red)," ucap Rukmila kepada Warta Kota, Kamis (6/8).

Kepada orang yang datang dia selalu berupaya untuk tersenyum. Ketika rombongan dari Jakarta yang membawa Andy tiba, Rukmila sama sekali tak mau keluar kamar. Dia tak ingin melihat wajah pembunuh anaknya lagi. "Cukup sekali saja," katanya.

Kemarin pagi, Rukmila dan suaminya menjalani tes DNA di Polres Garut. Kepada polisi, pasangan itu meminta agar jenazah anaknya yang sudah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cibunar, Garut, sebagai jenazah tanpa nama, bisa dipindahkan ke Brebes, kampung halaman keluarga Rian.

"Walaupun hanya seonggok tanah, kami ingin memakamkan anak kami ini secara layak. Agar kami bisa terus mendatangi makamnya dan mengenangnya," ucap Rukmila dengan berlinang air mata.

Sejak kecil

Rukmila mengaku mengenal Andy sebagai teman dekat anaknya. "Setahu saya, dulu mereka berkenalan saat Rian sakit," katanya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved