Pembangunan Situ Rawa Badung Rampung November 2015
Pembangunan Situ Rawa Badung seluas 1,8 hektar dengan kedalaman enam meter bakal diselesaikan November 2015 mendatang.
WARTA KOTA, CAKUNG-Sebanyak 650 personel gabungan menertibkan 85 bangunan liar yang berdiri di atas lahan Situ Rawa Badung, Kampung Rawa Badung, RT 10/08, Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (6/8/2015).
Pascapembongkaran, lahan seluas 1,8 hektare tersebut bakal dikeruk sedalam 6 meter, dan difungsikan kembali sebagai tempat penampungan air, yang diperkirakan rampung pada November 2015.
"Setelah pembongkaran dirampungkan, lahan tersebut akan langsung dikeruk untuk dikembalikan fungsinya menjadi tempat penampungan air. Dikeruk sedalam 6 meter. Diharapkan adanya Situ tersebut dapat mengurangi dampak banjir di Jalan KRT Radjiman dan sekitarnya," terang Kepala Suku Dinas (Kasudin) Tata Air Administrasi Jakarta Timur, Ahmad Yazied Bustomi.
Dirinya menjelaskan, pada awalnya, Situ Rawa Badung tersebut memiliki luas 4,4 hektare. Situ tersebut, jelasnya kembali, terbelah menjadi dua bagian lantaran adanya bangunan liar.
"Namanya aja Rawa Badung. Lokasi bangli ini dulunya rawa-rawa. Lama kelamaan sama warga dibersihkan dan bangun tempat usaha dan tempat tinggal. Ini kan punya Pemda DKI. Keenakan mereka. Makanya kami bongkar. Jadi di Sisi Timur Situ Rawa Badung memiliki lahan seluas 1,8 hektare yang lokasinya di RT 10 dan 14/ RW 08. Sedangkan di Sisi Barat luasnya 2,6 hektare di RT 10/08," paparnya.
Selain melakukan pengerukkan, pihaknya, kata Yazied, di sekitaran Situ Rawa Badung akan dibuatkan taman. Pembuatan taman itu pun guna memperindah lingkungan sekitar.
"Pengerukan ditargetkan sih selesai pada akhir November 2015 mendatang. Pengerukan lahan mengambil dari bagian dana pemeliharaan Situ Rawa Badung yang dinilai sebesar Rp 9,9 Miliar. Apabila masih kurang, akan menggunakan dana tak terprediksi 2015," ungkapnya.
Selain melakukan pengerukan, pihaknya akan memperbaiki gorong-gorong yang ada di bawah Jalan KRT Radjiman.
"Gorong-gorong itu penghubung antara Situ bagian sisi timur dan barat. Saluran sisi timur ini dimungkinkan rusak karena ada bangli-bangli ini. 2013 lalu, sebagian bangunan di sini. Eh dibangun lagi sama mereka," tuturnya.
#Tidak Ada Uang Kerohiman
Bambang Musyawardana selaku Walikota Jakarta Timur menerangkan tidak disediakan uang kerohiman bagi warga yang huniannya dibongkar petugas. Pasalnya, sejak dua bulan lalu pihaknya sudah melakukan sosialisasi.
"Sosialisasi dilakukan di kantor Kecamatan Cakung. Surat peringatan satu hingga tiga dan surat perintah bongkar sudah dilayangkan kok untuk warga. Lagi juga ini kan lahan Pemda. Tidak ada uang kerohiman. Malahan, tidak berhak menempati rumah susun sewa (Rusunawa). Di sini ada 427 jiwa atau 85 KK," katanya.
Ia mengaku, bangunan yang dibongkar rata-rata pengusaha pengerajin kayu dan tempat pengumpulan barang bekas.
"Nampak kumuh. Maka dari itu kami bongkar. Ini kan Program Gubernur DKI untuk Jakarta Baru," tutupnya.
Sementara, Wiwik (34) yang merupakan warga sekaligus korban pembongkaran bangunan mengaku, tidak adanya keprihatinan pemerintah terhadap warga yang berekonomi lemah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150806penertiban-bangunan-liar-di-kampung-rawa-badung1_20150806_114227.jpg)