Jumat, 10 April 2026

Sumur Aman, Penyebab 3 Karyawan RM Pingsan Tak Terjawab

Penyebab korban pingsan saya gak tahu. Karena ternyata hasil uji lab menyatakan material yang keluar dari sumur aman dan tidak mengandung minyak

Penulis: Budi Sam Law Malau |
youtube.com
Suasana lokasi bekas semburan lumpur di sumur Sawangan Depok yang sudah diberi batas oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok beberapa waktu lalu. 

WARTA KOTA, DEPOK - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok menyatakan bahwa hasil uji laboratorium atas sampel material yang keluar dari sumur bor yang menyemburkan lumpur di Jalan Swadaya, Nomor 8, RT 1/03, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok, atau di depan rumah makan (RM) Padang Sarumpun, tidak ditemukan zat berbahaya apapun.

Karenanya kini sumur dianggap aman dan tidak berbahaya.

Bahkan air yang keluar dari sumur sangat bersih dan aman dikonsumsi.

Kesimpulan yang sama juga didapat dari uji lab yang dilakukan Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat.

Karenanya, apa penyebab pingsannya 3 karyawan RM Padang Sarumpun yang berada tepat di depan sumur bor masih menjadi pertanyaan.

"Penyebab korban pingsan saya gak tahu. Karena ternyata hasil uji lab menyatakan material yang keluar dari sumur aman dan tidak mengandung minyak atau gas," kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok, Widjayanto, kepada Warta Kota, Jumat (31/7).

Menurutnya pingsannya 3 karyawan RM Padang itu terjadi saat sumur bor pertama kali menyemburkan lumpur, Rabu (22/7) lalu.

Akibatnya 3 karyawan RM Padang AW Sarumpun pingsan dan langsung dilarikan ke RSUD Depok. Mereka adalah Misam (24), Santi (22) dan Ayu (20).

Diduga kuat ketiganya keracunan gas yang keluar dari semburan lumpur di sumur bor itu.

"Semburan awal saya gak pantau, dan gak diambil sample," kata Widjayanto.

Karenanya sangat mungkin lumpur dan zat berbahaya berbau belerang hanya keluar dan menyembur di awal saja.

Sementara selanjutnya semburan lumpur yang akhirnya berhenti, sudah tak berbahaya lagi.

Sebab sampel lumpur, tanah dan air yang diambil BLH Depok diambil ke esokan harinya, Kamis (23/7).

Saat ditanya apakah mungkin hanya semburan awal saja yang berbahaya, Widjayanto enggan mengomentarinya.

"Gak bisa asal duga. Harus hasil lab. Semburan awal memang tidak diambil sampel," kata Widjayanto.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved