Parah, Siswa SMAN 2 Tangerang Diplonco Suruh Bawa Kardus 3Kg
Siswa baru di SMAN 2 Tangerang, Yandra Agung, diminta untuk membawa kardus 3Kg oleh panitia MOPDB di sekolahnya. Inilah salah satu bentuk perploncoan.
WARTA KOTA, TANGERANG-Siswa baru di SMAN 2 Tangerang, Yandra Agung, diminta untuk membawa kardus 3Kg oleh panitia MOPDB di sekolahnya.
Hal ini diketahui saat Mendikbud Anies Baswedan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sekolah yang terletak di Jalan Taman Makam Pahlawan Taruna Tangerang itu.
Kepada Anies, Yandra bercerita bahwa kegiatan persiapan MOPDB ini cukup menyulitkan.
"Kami tidak tahu untuk apa, karena tidak bertanya. Selain membawa buku dan kardus seberat 3Kg, kami juga disuruh membawa pisang 10 cm dan biskut dengan berat 65 gram," tutur Yandra.
Menambahkan, Yandra pun mengatakan jika bekal makanan dan minumam tidak dihabiskan, siswa akan mendapatkan hukuman. Mereka ada yang disiram menggunakan sisa makanan dan minuman.
Siswa lainnya, Retno Nawangwulan mengatakan, ada juga siswa yang kelelahan saat MOPDB hingga sakit. Menurut Retno, kawannya tersebut terpaksa dilarikan ke klinik dan mendapatkan perawatan.
"Teman kami kambuh astmanya, dia punya penyakit astma dan kecapaian," cerita dia.
Selain itu, berdasarkan penuturan Yandra, berbagai hukuman diterima oleh siswa. Salah satunya saat siswa terlambat, berisik di kelas, tidak memakai seragam lengkap, dan kesalahan-kesalahan lainnya.
Tidak hanya itu, bentuk hukuman pun bervariasi. Ada hukuman bernyanyi di depan umum, hingga hukuman kelompok dengan membaca ayat suci Al-Quran dan menggelar pentas kesenian.
Yandra menyebut, sebenarnya hukuman juga bisa diberikan dengan hukuman fisik tetapi diganti dengan hukuman lain yang lebih kreatif.
Sementara itu, Mendikbud Anies Baswedan, membubarkan acara MOPDB di sekolah yang dikepalai Tatang Murdio itu. Anies melarang setiap sekolah untuk memberi tugas aneh dan memakai atribut yang menyulitkan peserta MOPDB.
"Jika tidak kepala sekolah bisa terancam diberhentikan," ancam Anies.
Sayangnya, ketika Anies melakukan sidak tersebut, kepala sekolah tidak berada di tempat. (Agustin Setyo Wardani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/mendikbud-anis-baswedan_20150729_131752.jpg)