Jumat, 10 April 2026

Kasus Asusila

Diduga Bawa Kabur ABG, Dua Remaja Dikeroyok di Bekasi

Dua remaja babak belur dihajar massa karena diduga membawa kabur dua teman wanitanya di Jalan Raya Bekasi, Kranji, Bekasi Barat, Senin siang.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri |

WARTA KOTA, BEKASI - Dua remaja babak belur dihajar massa karena diduga membawa kabur dua teman wanitanya di Jalan Raya Bekasi, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi pada Senin (27/7/2015) siang. Beruntung, nyawa RP (17) dan TG (17) diselamatkan petugas kepolisian yang membawanya ke Polsek Bekasi Kota saat dikeroyok massa.

Berdasarkan data yang dihimpun, kejadian ini berawal saat NF (13) seorang gadis ABG, kabur dari rumahnya di Kampung Pengarengan RT 10/06 , Kecamatan Cakung, Jakarta Timur sejak Sabtu (25/7) lalu.

Orangtua NF, Yanto (39) lalu mencari keberadaan putri kesayangannya ke tempat biasa dia bermain. Namun Yanto tidak menemukannya, malah dia mendapat kabar dari rekannya bahwa NF telah pergi dengan rekan prianya, RP.

Mendapat kabar itu, Yanto pun terkejut. Sebab RP dikenal sebagai anak nakal yang suka tawuran dan mabuk-mabukan. Bahkan RP disebut-sebut pernah menghamili rekannya, namun RP membantah tudingan itu.

Setelah melaporkan kasus itu ke polisi, ponsel Yanto mendapat pesan singkat dari nomor yang tidak dikenal. Si pengirim lalu memberitahukan posisi NF yang berada di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur.

Saat disambangi, Yanto tak mendapati anak sulungnya itu. Beberapa saat kemudian, Yanto kembali mendapat pesan singkat, bahwa anaknya berada di daerah Klender, Jakarta Timur. Setibanya di sana, Yanto juga tak mendapati anaknya itu.

Sehari kemudian atau pada Senin (27/7) siang, tetangga Yanto bernama Rian (29) tak sengaja melihat NF bermain dengan teman wanitanya MW dan dua rekan pria berinisial RP dan TG di Jalan Raya Bekasi, Kranji, Bekasi Barat.

Rian lalu memberitahukan hal itu ke Yanto. Dengan cepat, Yanto menyambangi lokasi kejadian bersama rekan-rekannya.

Percekcokan antara Yanto dengan rekan-rekan anaknya itu tak bisa terhindarkan. Bahkan RP dan TG mendapat bogem mentah dari keluarga sang gadis.

Saat dipukulin, tak sengaja anggota Polsek Bekasi Kota yang melintas di ruas jalan itu langsung melerainya. Oleh polisi, mereka akhirnya dibawa ke Polsek Bekasi Kota untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kepada polisi, RP membantah telah membawa kabur NF. Justru RP berdalih, pertemuannya dengan NF pada Senin (27/7) pagi untuk membawanya pulang ke rumah.

"Saya baru ketemu pagi hari, niatnya mau bawa pulang ke rumah," ujar RP di Mapolsek Bekasi Kota pada Senin (27/7/2015).

RP juga mengakui, telah menjalin hubungan dengan NF sejak bulan Ramadhan lalu. Selama berpacaran, dia membantah telah berbuat yang tak senonoh dengan NF.

"Saya pacaran biasa saja, tidak pernah berbuat yang macam-macam," kata RP.

Kepala Seksi Humas Polsek Bekasi Kota, Ajun Inspektur Satu Lala membenarkan kasus tersebut. Berdasarkan keterangan pelaku, mereka baru bertemu pada Senin (27/6/2015) pagi.

"Korban bukan diculik, tapi pergi dari rumah dan menginap di rumah teman ceweknya," ujar Lala.

Mengenai motif kaburnya korban, kata Lala, saat ini masih didalami polisi. Menurutnya, karena peristiwa ini terjadi di daerah Cakung, maka kasusnya diserahkan kepolisian setempat untuk dilakukan penyelidikan.

"Mereka telah dibawa ke Polsek Cakung untuk dilakukan pemeriksaan," kata Lala.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved