Jurnalis Terbunuh
Bogem Mentah Sahabat Betty Bersarang ke Kepala Pembunuh
Suara tinju Fera yang mengenai kepala samping Deni, cukup terdengar keras.
Penulis: Budi Sam Law Malau |
WARTA KOTA, DEPOK - Secara tiba-tiba dan tanpa disangka-sangka, Fera Yustina (49), sahabat wartawati freelance Nur Baety Rofiq (44) alias Beti yang tewas dibunuh perampok di rumahnya di Perumahan Gepari, Bojonggede, berhasil meninju kepala Deni Setiawan (24) otak perampokan berujung pembunuhan Beti.
Peristiwa itu terjadi usai ke empat tersangka perampokan dan pembunuhan Beti menjalani pra-rekonstruksi yang digelar di ruang depan gedung Satreskrim Polresta Depok, Rabu (22/7/2015) sore.
Secara beriringan keempatnya digiring petugas ke luar ruangan untuk menuju tahanan. Deni Setiawan, berada di paling depan diikuti pelaku lainnya Ubaidilah (22), Syarifudin (20) dan Pujiono (20).
Namun tiba-tiba, Fera yang sejak awal mengikuti pra rekonstruksi pembunuhan sahabatnya itu, agak bergegas mendekati iringan para pelaku.
Ia langsung meninju kepala Deni dengan tangan kanan terkepal. Wajahnya tenang, tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun.
Deni yang tak siap, tidak dapat menghindar. Suara tinju Fera yang mengenai kepala samping Deni, cukup terdengar keras.
Deni pun sempat sedikit terhuyung dan akhirnya menjauh dari Fera.
Dengan sedikit meringis Deni diamankan petugas dan digiring kembali keluar ruang pra rekonstruksi.
Setelah meninju Deni, Fera yang masih tampak marah, ditenangkan rekan-rekannya.
"Mereka itu idiot, bodoh dan kejam. Mereka pantas dihukum mati," kata Fera setengah berteriak.
"Saya kesel sekali pak. Beti adalah sahabat saya. Kami deket banget. Kenapa Beti harus dibunuh kalau cuma mau hartanya," ujar Fera.
Ia mengaku bukan hanya ingin memukul Deni dan pelaku lainnya, tetapi juga ingin menusuk mereka.
"Kalau lihat mereka saya kesel dan gemes sekali. Maunya saya tusuk juga mereka. Semua temen Beti, juga kesel sama pelaku. Kami berharap mereka dihukum mati," kata Fera.
Sejak awal pra rekonstruksi hendak digelar, Fera juga sempat memaki pelaku.
"'Kalian itu bodoh dan sadis sekali. Terlalu tega kalian bunuh teman saya hanya demi uang yang tak seberapa," teriaknya saat ke empat pelaku, baru saja dihadirkan di ruang depan Satreskim Polresta Depok, untuk pra rekonstruksi, Rabu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150721-pembunuh-jurnalis_20150721_155632.jpg)