Edryan Kampua Raup Manisnya Bisnis Fesyen
Bisnis fesyen yang ditekuni Edryan Kampua merupakan salah satu ladang usaha yang menggiurkan dan menjanjikan.
Penulis: Ign Agung Nugroho |
WARTA KOTA, PALMERAH-Bisnis fesyen merupakan salah satu ladang usaha yang menggiurkan plus menjanjikan. Nah, bagi yang ingin berkecimpung di bisnis semacam ini, tinggal bagaimana menyiasatinya. Misalnya, mulai dari produk fesyen yang digarap, pangsa pasar yang dibidik, hingga strategi pemasarannya.
Seperti halnya dilakoni Edryan Kampua alias Ncek Gaul (35), baru dua setengah tahun menekuni bisnis fesyen - dengan label Lusky Wear - saat ini, ia sudah merasakan manis hasilnya.
"Alhamdulillah hasilnya dari bisnis ini. Istilahnya sekarang sudah punya sumur alternatif lah buat mandi," kata Ncek ditemui Warta Kota saat membuka stan di ajang 'Jakcloth Lebaran' (4-12 Juli 2015) di Plaza Tenggara, Senayan, Jakarta Pusat.
Pria kelahiran Jakarta, 22 Oktober 1979 ini mulai merintis bisnis fesyen pada awal 2013. Niatnya terjun di bisnis ini terinspirasi dari sejumlah kenalannya yang lebih dulu sukses berbisnis fesyen.
"Istilahnya mereka penampilannya terlihat biasa, tapi jajannya luar biasa. Itu yang bikin saya tertarik untuk coba," kata Ncek yang sebelumnya berprofesi sebagai jurnalis di salah satu tabloid remaja.
Meski tak memiliki latar belakang ilmu dibidang fesyen, tak menyurutkan semangat bapak dua anak ini menjajal bisnis tersebut.
Berbekal hobinya dandan, dan mengikuti perkembangan tren fesyen, Ncek pun mencoba meraih peruntungan.
Dengan modal Rp 5 juta, dengan rincian Rp 2,5 juta untuk membeli bahan-bahan di Pasar kain Cipadu, Tangerang, dan sisanya untuk ongkos jahit serta membeli perlengkapan lainnya.
Dari bahan dibeli, Ncek mencoba mengkreasikan bahan itu menjadi beberapa item model fesyen, seperti, T-shirt, sweater, rok, cardigan, dan outwear.
Dengan mengangkat brand Lusky Wear yang diambil dari nama keduanya anaknya, Luna dan Skyla, Ncek pun memulai berbisnis fesyen.
Langkah perdana Ncek memasarkan fesyen kreasinya di perhelatan Jakarta Clothing Expo alias Jakcloth.
Seperti diketahui, Jakcloth adalah event dimana para pengusaha clothing biasanya distro menjual barang – barang mereka serta ada performa dari band – band lokal maupun luar negeri.
Event semacam ini merupakan agenda rutin tahunan, dan dalam setahun digelar sampai tiga kali event.
"Alhamdulillah pertama kali ikutan di event ini responnya langsung lumayan. Saya memang sengaja membidik pasar cewek, karena event ini kan bisa dibilang mayoritas jualan pakaian cowok, biar dapat kue yang bagus saya produksi pakaian cewek. Responnya bagus dan sampai sekarang jadi lebih membidik pasar cewek," kata Ncek yang saat ini sudah enam kali ikut ajang Jakcloth.
Disinggung berapa omzet yang diraupnya dalam mengikuti ajang semacam ini, Ncek mengungkapkan sekali event ia bisa meraup omzet Rp 100 juta.
"Event ini setiap tahun rutin, setahun bisa tiga kali. Jadi lumayan hasilnya," kata Ncek yang omzetnya didapat di event belum termasuk, dari hasil jualan online dan di Store Jakcloth.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ncek-gaul_20150712_182039.jpg)