Sabtu, 2 Mei 2026

Ramadan 1436 H

Bedug Asyik Solo, dari Tukang Sapu Hingga Tukang Mainan

PT Sampoerna menggelar acara Bedug Asyik untuk memeriahkan bulan Ramadan.

Tayang:
Warta Kota/Wahyu Tri Laksono
Acara Bedug Asyik yang digelar PT HM Sampoerna di Solo. 

WARTA KOTA, SOLO- Ramadan adalah bulan penuh berkah, biasanya setiap ramadhan sebagai ajang berkumpul serta mengikat tali silahturahmi antara teman, keluarga serta sahabat.

Ciri khas selama Ramadan hingga Lebaran adalah membangunkan sahur menggunakan bedug di beberapa lingkungan masyarakat. Biasanya beberapa berkeliling perkampungan untuk membangunkan sahur.

Begitu saat lebaran, beberapa orang dari anak-anak, dewasa hingga orangtua berkumpul di masjid untuk menabuh bedug.

Melekatnya bedug dalam keseharian masyarakat Indonesia yang guyub itu, PT Sampoerna menggelar acara Bedug Asyik.

Menurut Mandra P. Pandalakit selaku Managing Public Relation Sampoerna, pelaksanaan Bedug Asyik ini sebagai wadah berkumpulnya masyarakat.

Ini untuk kali kedua Sampoerna mengadakan Bedug Asyik, sebelumnya bernama Parade Bedug.

"Iya ini untuk wadah berkumpul sekaligus wadah kreatifitas masyarakat sekitar yang dekat lokasi acara pelaksanaan. Tujuannya satu untuk meningkatkan kualitas pertemanan melalui rangkaian latihan dan tukar pikiran selama persiapan kompetisi," ucap Mandra Pandalakit di Lapangan Mojolaban Sukoharjo, Solo, Rabu (8/7/2015).

Meski awalnya kompetisi ini untuk masyarakat sekitar, nyatanya banyak peserta dari wilayah lainnya yang turut serta.

Mulai dari Kecamatan Nguntoronadi, Pracimantoro, dan Wuryantoro Wonogiri.

"Saat dilaksanakan nyatanya pesertanya cukup banyak, tak hanya masyarakat Sukoharjo. Tapi ada dari wilayah lainnya, total ada sekitar 6 tim yang ikut serta," kata Ara sapaan akrabnya.

Menurut Ara gelaran Bedug Asyik ini dilaksanakan di 14 kota di pulau Jawa. Masing-masing kota selalu merangkul setiap komunitas yang ada di kota tersebut.

"Solo ini Kota ketujuh, sebelumnya Mojokerto (Jombang), Bandung (Subang), Cirebon (Majalengka), Purwokerto (Kebumen), Kediri, Probolinggo (Kraksaan), Solo. Kemudian sisanya Semarang, Pamekasan, Tasikmalaya, Garut, Tegal, Gresik dan Sukabumi," ujar Ara.

Sementara itu satu peserta dari Tim Bedug Komunitas Terminal Induk Wonogiri, Agung Sri Widodo mengatakan antusias mengikuti acara tersebut.

Dirinya yang berprofesi sebagai tukang sapu di terminal Induk Wonogiri mengaku berkat wadah ini dirinya bisa mebuat komunitas bersama teman-temannya.

"Iya event ini membuat kami lebih dekat sesama pekerja di Wonogiri. Kami akhirnya bikin komunitas, meski jarang bertemu juga," tutur Agung di lapangan Bekonang, Mojolaban, Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved