resensi buku
Menggali Tradisi Lewat Tenun
Jejak adat dan tata cara kehidupan masyarakat Minangkabau bisa ditemukan dalam keseharian mereka, terutama dalam upacara adat.
WARTA KOTA, PALMERAH - Jejak adat dan tata cara kehidupan masyarakat Minangkabau bisa ditemukan dalam keseharian mereka, terutama dalam upacara adat.
Arak-arakan penuh warna, petuah para pemimpin adat, dan pesta berlimpah hidangan menjadi ciri khas upacara adat Minangkabau.
Salah satu yang sangat menonjol dalam setiap upacara adalah penggunaan busana khas.
Untuk mengikuti upacara, laki-laki dan perempuan harus berpedoman pada tata cara busana yang sudah digariskan adat.
Setiap fungsi dan makna dalam upacara direpresentasikan oleh busana tertentu.
Pentingnya busana dalam kehidupan masyarakat Minang terkait erat dengan perkembangan kegiatan menenun di Minangkabau.
Awalnya kain tenun dibuat olah suatu kelompok, nagari dan daerah, untuk keperluan mereka sendiri.
Kain tenun dapat digunakan oleh setiap anggota kelompok tersebut.
Selanjutnya kain tenun tersebut akan dijadikan harato pusaka basamo (harta pusaka bersama suatu kaum) dan disimpan di Rumah Gadang (rumah induk).
Kekayaan bersama ini harus dipelihara dan tidak boleh dijual. Adalah sebuah aib jika harta harta pusaka suatu kaum ini dijual atau bahkan habis terjual.
Beragam corak, bentuk, jenis, bahan, ukuran, dan warna kain tenun dibuat sesuai dengan asal kain tersebut.
Secara garis besar, motif dan ragam hias tenunan dari setiap nagari dan daerah memiliki kemiripan.
Satu hal yang membedakan adalah pada cara atau gaya pemakaiannya yang sekaligus merupakan identitas nagari atau suku tertentu.
Disertai dengan foto dan gambar, publikasi ini memberikan gambaran riil motif, ragam hias, dan jenis-jenis kain tenun.
Secuplik sejarah masyarakat dan perkembangan pertenunan Minangkabau juga dibahas di dalamnya. (DRA/Litbang Kompas)
DATA BUKU:
Judul: Kain Tenun Minangkabau: Narasi Masyarakatnya
Penulis: Nian S Djoemena
Penerbit: Indonesia Kebanggaanku, 2015
Tebal: xxxvi + 195 Halaman
ISBN: 978-602-71514-13
