Pemkot Bekasi Layangkan Surat ke Kemen PU
Apabila jalan rusak, maka kita perbaiki menggunakan dana perawatan dan pemeliharaan jalan Arteri Primer sebesar Rp 10 miliar.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
WARTA KOTA, BEKASI - Jalan KH Noer Alie, Kota Bekasi atau yang biasa disebut Jalan Raya Kalimalang merupakan akses utama para pemudik sepeda motor untuk menuju kampung halamannya di daerah Jawa Barat maupun Jawa Tengah.
Namun demikian, saat ini ruas jalan tersebut sedang ada proyek pembangunan tol Bekasi - Cawang - Kampungmelayu (Becakayu).
Apabila proyek terus berlanjut seiring waktunya pemudik pulang kampung, dikhawatirkan ruas jalan itu akan macet parah.
Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air (Disbimarta) Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat ke pelaksana proyek dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Adapun surat yang dilayangkan Tri, berupa pemberhentian sementara proyek tersebut bertepatan dengan waktu mudik.
"Jalur Kalimalang merupakan jalur mudik yang paling dominan, maka kita minta mereka berhenti sementara sejak H-15 lebaran," ujar Tri pada Kamis (25/6).
Terkait kondisi jalan tersebut, Tri menyatakan, instansinya telah berupaya memperbaiki jalan tersebut, sehingga ruas Jalan Raya Kalimalang di daerah Bekasi layak untuk dilalui pemudik. Namun bila ada kerusakan jalan yang mendekati waktu mudik, pihaknya akan segera memeliharanya dengan penambalan.
Menurutnya, secara menyeluruh jalur yang kerap dipakai mudik di Kota Bekasi ada empat ruas. Di antaranya, Jalan KH Noer Ali (Bekasi Barat) Jalan Siliwangi (Bantargebang) Jalan Jenderal Sudirman (Bekasi Barat) dan Jalan I Gusti Ngurah Rai (Bekasi Barat).
Untuk Jalan Siliwangi, Disbimarta Kota Bekasi telah berkoordinasi dengan Dinas PU Provinsi Jabar. Jalan tersebut diperkirakan akan siap pada H-10 lebaran.
"Apabila jalan rusak, maka kita perbaiki menggunakan dana perawatan dan pemeliharaan jalan Arteri Primer sebesar Rp 10 miliar. Tapi untuk Jalan negara dan Jalan Provinsi, tentunya itu adalah tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah provinsi," kata Tri.
Pembangunan tol Becakayu dilakukan secara serentak di Jakarta Timur dan Kota Bekasi. Untuk di Kota Bekasi ada tiga titik lokasi yang sedang digunakan untuk pengerjaan. Misalnya, sisi utara Kalimalang dekat Pasar Sumber Arta serta sisi Selatan Kalimalang daerah Caman Raya dan Jakasampurna.
Puluhan pekerja dan beberapa alat berat keluar masuk jalan tersebut. Mereka hendak memasang paku bumi untuk digunakan pilar pembangunan tol. Akibat adanya proyek ini, ruas jalan di sana menyempit.
Misalnya di dekat Pasar Sumber Arta, jalur yang biasa digunakan untuk dua lajur, kini berkurang menjadi satu lajur. Akibatnya kemacetan dari Pasar Sumber Arta sampai Caman Raya atau sejauh 500 meter tak bisa dihindarkan. Kemacetan terutama terjadi pada jam sibuk, seperti berangkat dan pulang anak sekolah serta karyawan.
Senada diungkapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi yang mengklaim jalur mudik di wilayahnya sudah siap dilalui. Namun saat ini jalur mudik di sana masih dalam perbaikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Kepala Bidang Bina Marga dari Dinas Bina Marga dan Pengelolaan Sumber Daya Air (DBMPSDA) Kabupaten Bekasi, Ted Heraldi mengatakan, sedikitnya ada empat titik yang masih dalam perbaikan oleh kementerian. Adapun ruas jalan itu adalah Jalan Urip Sumoharjo, Jalan RE Martadinata (Cikarang Utara), Jalan Raden Fatahilah (Cikarang Barat), dan Jalan Diponegoro (Tambun Selatan).
"Progres perbaikan sudah mencapai 90 persen, diharapkan saat puncak arus mudik nanti, jalur sepanjang 32 km di Kabupaten Bekasi mulus semua," kata Ted.
Ted optimis, saat mudik nanti tidak ada pedagang kaki lima yang memakai badan jalan. Oleh karenanya, dia telah berkoordinasi dengan Polres Bekasi Kabupaten dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi untuk mengurai kemacetan yang terjadi di jalur mudik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150625-tol-becakayu_20150625_225925.jpg)