Konsultasi

Pertolongan Kecelakaan pada Anak

Bagaimana menjaga agar rumah bebas kecelakaan? Apakah saya memerlukan kotak pertolongan pertama pada kecelakaan?

Kompas.com
Shutterstock/Ilustrasi. 

Oleh dr Samsuridjal Djauzi

Anak saya (3 tahun) jatuh di rumah. Kepalanya terbentur dan berdarah sehingga perlu dibawa ke rumah sakit untuk dijahit. Untunglah kepalanya hanya terluka di luar. Tak ada luka benturan di bagian dalam kepala. Saya merasa lega dapat membawa anak pulang dalam keadaan baik. Namun, saya mulai memikirkan bagaimana mengatur rumah yang aman untuk keluarga, terutama anak dan orangtua saya.

Bulan lalu pembantu saya terkena luka bakar sewaktu menggoreng ayam. Untung lukanya hanya sedikit. Waktu itu saya hanya mengoles dengan mentega serta membawanya ke rumah sakit. Namun, luka bekas luka bakar tidak dapat dihilangkan, sampai sekarang masih berbekas. Di rumah saya ada saya, suami, serta anak perempuan saya berumur 5 tahun dan adiknya yang mengalami kecelakaan tadi. Mertua saya yang berumur 70 tahun juga tinggal dengan kami, tetapi beliau masih sehat dan mandiri. Beliau tinggal di lantai bawah, sedangkan saya, suami, dan anak-anak di lantai dua. Di rumah kami juga tinggal pembantu dengan anak perempuan (6 tahun).

Bagaimana menjaga agar rumah bebas kecelakaan? Apakah saya memerlukan kotak pertolongan pertama pada kecelakaan? Obat apa saja yang perlu disimpan di kotak tersebut. Terima kasih atas penjelasan dokter.

H di J

Rumah merupakan tempat keluarga kita berteduh. Sudah tentu kita menginginkan rumah yang nyaman, tenang, dan bebas kecelakaan. Kecelakaan dapat terjadi karena sikap kita yang tidak peduli pada risiko kecelakaan. Selain itu, bangunan dan penempatan barang-barang di rumah juga dapat mengundang kecelakaan. Pernah terjadi teman saya yang mempunyai kolam renang di rumah, anaknya hampir tenggelam di kolam renang karena pembantu yang mengawasinya lengah. Jadi, sarana yang diharapkan menjadi tempat bermain dan bersenang-senang dapat berubah menjadi tempat kecelakaan jika kita tak waspada. Kecelakaan, baik di jalan maupun di rumah, dapat terjadi. Kita perlu waspada dan berusaha mencegahnya.

Anak-anak dan orang usia lanjut rentan terkena kecelakaan. Anak-anak mempunyai sifat ingin tahu dan belum memahami bahaya tindakan yang akan dilakukannya. Anak Anda berlari di atas lantai yang masih basah sehingga jatuh. Mungkin juga anak yang tertimpa barang karena mengambil barang yang tinggi yang tak terjangkau. Kejadian yang mengerikan seorang anak matanya tertusuk benda tajam karena di meja ada benda tajam dan dia tak memperhatikannya. Anak yang bermain di dapur tentu berisiko terkena luka bakar, tertusuk benda tajam, atau terminum benda cair yang tak boleh diminum.

Sebaliknya, orang berusia lanjut rentan untuk jatuh. Fungsi panca indera orang berusia lanjut menurun, koordinasi gerakan juga berkurang. Ketika menuruni tangga, orang berusia lanjut berisiko jatuh karena koordinasi mata, kaki, dan saraf perasa di telapak kaki mungkin terganggu. Mungkin telapak kakinya belum menyentuh lantai, tetapi dia sudah menjatuhkan badan sehingga kakinya dapat terkilir bahkan juga bisa patah tulangnya.

Orang usia lanjut juga mungkin sulit membedakan berbagai obat yang harus diminumnya sehingga berisiko minum obat dengan dosis yang salah. Namun, kejadian yang sering terjadi pada orang usia lanjut adalah jatuh di kamar mandi atau di kamar tidur. Acapkali terjadi orang berusia lanjut patah pergelangan pahanya sehingga harus menjalani operasi.

Kita perlu menanamkan sikap waspada pada kecelakaan terhadap semua anggota keluarga, mulai dari keluarga inti, keluarga besar, maupun pembantu, dan sopir. Pembantu harus menjaga agar anak-anak tak bermain di dapur, di tangga, dan lain-lain yang memungkinkan terjadinya kecelakaan. Anak yang masih kecil jangan dibiarkan bermain sendiri di air tanpa pengawasan. Di kolam yang dangkal sekalipun seorang anak dapat tenggelam karena jika anak jatuh ke dalam air, dia akan panik dan hanya mengerak-gerakkan tangan dan kaki tanpa mampu berdiri sehingga dia dapat tenggelam. Tempatkan benda tajam di tempat yang tak mudah dijangkau anak.

Kamar mandi untuk orang berusia lanjut perlu diberi pegangan serta dijaga agar tak licin. Bahkan, jika orang berusia lanjut masuk kamar mandi, beri tahu agar tak mengunci pintu dari dalam. Hal itu dilakukan agar apabila terjadi kecelakaan, pertolongan dapat diberikan segera karena pintu tak dikunci.

Tips pencegahan
Berikut tips untuk mencegah kecelakaan pada anak Anda di rumah:

1. Gunakan pagar pengaman pada tangga rumah Anda.

2. Beri pengaman dan kunci jendela ruangan.

3. Tutup stop kontak listrik yang terbuka.

Sumber: KOMPAS
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved