Ramadan 2015
Dulu Ada yang Loncat Tembok Setinggi 3 Meter
Warga Jalan H Tholib, Cipete Utara, harus memutar lebih jauh karena akses jalan menuju Masjid Al Futuwwah terhalang tembok setinggi 3 meter.
WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU - Warga Jalan H Tholib, Cipete Utara, Jakarta Selatan harus memutar lebih jauh karena akses jalan menuju Masjid Al Futuwwah terhalang tembok setinggi 3 meter.
Masjid yang terletak di bagian ujung jalan seharusnya gampang diakses oleh warga. Namun, pada tahun 2013 lalu, sekeliling dekat Masjid dibangun pagar beton setinggi 3 meter. Di mana, oleh pengembang PT FIM Jasa Ekatama telah memberi lahan warga seluas 2.000 meter persegi.
Akan tetapi, ada lahan 150 meter persegi di satu sudut tanah yang belum dibeli. Tanah tersebut milik Muhamad Sanwani. Hanya disisakan akses jalan selebar 1,5 meter dekat pinggir jalan masuk gang H Tholib bagi warga yang ingin melintas. Letak Masjid itu di RT 02 RW 10.
Gunawan (15), warga RT 07 RW 10 menuturkan bahwa sebelumnya banyak warga yang memilih untuk memanjat beton saat ingin menuju Masjid. Namun, karena beton sudah dikasih beling dan kawat berduri membuat warga takut untuk melompat.
"Sekarang ngga ada yang berani manjat. Soalnya udah dikasih kawat sama beling," kata pria yang masih sekolah di SMA Al Kautsar.
Warga kebanyakan memutar arah dan menghabiskan waktu hingga lima belas menit. Padahal, seharusnya hanya lima menit bisa sampai Masjid Al Futtuwah.
"Capek kalau muter jauh. Sama ada tempat kecil yang temboknya dijebol warga," tuturnya.
Sementara itu, Vina (19) menuturkan bahwa saat ini jalan sudah dibuka dan membantu masyarakat. Padahal, sebelumnya sempat seluruh lahan ditutup oleh tembok beton.
"Sudah dibikin jalan setapak disana dan lumayan dipake sebagian warga. Kalau dulu benar-benar semuanya beton," tuturnya.
Ketua Pengelola Yayasan Pesantren, Muhammad Sanwani mengaku sudah mengadukan perihal akses jalan itu kepada Pemprov DKI Jakarta. Sehingga, akses jalan menuju masjid bisa dilalui warga dengan gampang.
"Saya sudah mendatangi pak Ahok dan dia berjanji akan membeli kembali tanah sengketa yang dibeli Ichsan Thalib (pengembang-red)," kata dia.
Dia mengatakan lahan itu milik tujuh orang dengan bersertifikat. Cara membelinya adalah dengan cara menyicil.
"Setahun Rp 1,7 juta pertahun, itu pada tahun 2003. Awalnya ngotrak 20 meter untuk penampungan anak-anak ngaji, marawis. Sekang total lebih kurang 400 meter sudah dibeli," terangnya
Pihaknya, hanya ingin jalan yang sudah disepakati oleh pengembang dan pengurus masjid ditepati. "Tuntutan kita cuma dua yakni pertama jalan yang ditutup dibuka seperti semula. Kedua, jalan yang awal kesepakatan di Walikota 3 meter kenapa hanya 1,5 meter," kata dia.
Dihubungi secara terpisah, Wakil Walikota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi berjanji akan mengurus akses jalan menuju mesjid di Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang ditutup tembok beton oleh pengembang. Pihak pemkot pun akan segera menghubungi pengembang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/loncat-tembok_20150618_185708.jpg)