Selasa, 12 Mei 2026

SEA Games 2015

Indonesia Hancurkan Harapan Thailand Kawinkan Gelar

Tim bulu tangkis putra Indonesia merebut medali emas pada nomor beregu sekaligus memupuskan harapan tim Thailand untuk mengawinkan gelar.

Tayang:
Editor: Suprapto
Warta Kota/AFP/Wang Zhao
Pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (kiri) dan pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan bakal menjadi andalan PBSI dalam Kejuaraan Bulu Tangkis Dunia atau BWF World Championships 2015 yang berlangsung di Jakarta, 10-16 Agustus 2015. 

WARTA KOTA, SINGAPURA-- Tim bulu tangkis putra Indonesia berhasil merebut medali emas pada nomor pertandingan beregu sekaligus memupuskan harapan tim Thailand untuk mengawinkan gelar dalam SEA Games 2015.

Tim Indonesia menaklukkan tim putra Thailand dengan kedudukan 3-2 dalam pertandingan final yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium Singapura, Jumat malam.

Ihsan Maulana Mustofa kembali menjadi pemain penentu kemenangan tim Merah Putih dalam pertandingan nomor beregu SEA Games 2015.

Pemain asal klub Djarum Kudus itu mengalahkan tunggal putra Thailand, Suppanyu Avihingsanon, dengan skor 20-22, 21-16, 21-9 dalam pertandingan selama 63 menit.

"Mungkin pada akhir game kedua, saya lihat dia sudah mulai capek. Saya lebih bersemangat lagi dari kondisi dia itu bahwa saya lebih kuat dari dia," kata Ihsan.

Sebelumnya, Ihsan sebagai juru kunci tim putra Indonesia berhasil mengalahkan tunggal putra Malaysia, Mohamad Arif Abdul Latif, dengan skor 21-12 dan 22-20 dalam pertandingan putaran semifinal SEA Games 2015, di Singapore Indoor Stadium, Kamis (11/6).

"Banyak hal yang mempengaruhi. Tapi mungkin saya bisa berpikir positif saat itu. Bagaimana caranya agar bisa, bisa, dan bisa," kata Ihsan tentang upayanya mengatasi tekanan pada pertandingan partai terakhir.

Pada pertandingan partai pertama Jonatan Christie mewakili tim Indonesia menghadapi tunggal putra andalan Thailand, Tanongsak Saensomboonsuk. Tapi, Jonatan seakan dipaksa mengakui ketangguhan pemain peringkat 22 dunia itu dengan kekalahan 17-21 dan 19-21.

Pasangan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi yang turun pada partai kedua melawan ganda Bodin Issara/Nipitphon Puangpuapech mampu menyeimbangkan kedudukan Indonesia menjadi 1-1. Angga/Ricky menumbangkan Bodin/Nipitphon dengan skor 21-15, 21-13 dalam waktu 30 menit.

"Tadi kami hanya berpikir untuk dapat satu demi satu angka. Walaupun tim sedang ketinggalan, namun kami tidak memikirkan itu," kata Angga.

Pada partai ketiga, tunggal putra Firman Abdul Kholik tidak mampu menambah poin bagi tim setelah kalah dari Boonsak Ponsana dengan skor 7-21, 21-14 dalam waktu 30 menit.

"Saya merasa selalu ditekan oleh dia. Saya mau bangkit susah. Pada pertandingan berikutnya, saya harus lebih sabar dan bermain lebih rapi," kata Firman.

Ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, mampu menyeimbangkan lagi kedudukan tim Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) 2-2 atas tim Gajah Putih. Kevin/Marcus meraih skor 21-19, 18-21, dan 21-14 selama 46 menit pertandingan.

"Saya pribadi merasa mainnya kurang enak, sedang tidak nyaman saja. Tetapi kondisi saya baik-baik saja, tidak ada masalah fisik atau stamina," kata Kevin.

Pelatih tunggal putra Indonesia Hendry Saputra yang mendampingi tim putra PBSI mengatakan penampilan anak asuhannya luar biasa karena mampu lepas dari tekanan Thailand hingga akhir pertandingan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved