Pembunuhan Angeline
Arwah Angeline Berteriak Kesakitan
upacara yang dilakukan sesuai dengan agama Hindu dan dilaksanakan di tempat ditemukannya jenazah Angeline.
"Kami akan membawa arwah Angeline ke Rumah Sakit Sanglah agar menyatu dengan jasadnya. Kami akan menggelar upacata juga di sana. Semoga dia tenang dan pelakunya segera terungkap secara jelas," kata Wayan.
Seragam Angeline
Guru dan Kepala SD 12 Sanur membawa baju seragam merah dan putih serta baju adat Bali untuk diletakkan di dekat jenazah Angeline.
Kegiatan ini merupakan ritual pamitan agar arwah Angeline tenang berada di sisi Tuhan.
"Yang dibawa ke sini (kamar jenazah)adalah baju seragam merah dan putih untuk Angeline dan dari sekolah juga memberikan pakaian adat Bali untuk sembahyang. Karena dia ada di Bali dan diemban penguasa Bali (leluhur di Bali), makanya diberikan pakaian adat Bali," kata Ketut Ruta, kepala SD 12 Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu (13/6/2015).
Ketut Ruta juga menyampaikan bahwa ritual pemberian baju untuk Angeline adalah sebagai bekal di alam kubur sesuai pemahaman dan kepercayaan Hindu.
Tujuannya agar Angeline nantinya dapat melanjutkan sekolah dan bisa melanjutkan hidupnya walaupun di alam lain.
"Karena dia masih sekolah maka kami memberikan baju merah dan putih agar di alam sana dia bisa mengikuti pendidikannya di sana dengan seragam yang diberikan dari sekolah," tambahnya.
Untuk ritual pemberian baju seragam dan pakaian adat ini dimulai dari melakukan persembahyangan di rumah Angeline.
Baca juga: Alat Musik ini Milik Angeline, Tolong Kuburkan Semua
Hal ini dilakukan untuk memohon penguasa di pura Bati Bolong yang letaknya di depan rumah Angeline, agar roh Angeline dekat dengan jasadnya supaya tidak terpisah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/upacara-pengambilan-arwah-angeline_20150613_154514.jpg)