Persalinan di KRL

Faktor Biaya, Bayi yang Dilahirkan di KRL Berpisah dengan Ibunya

Karena terbentur biaya hidup, Sarmunah yang melahirkan di KRL pun merelakan bayinya dibawa ke Bogor.

Penulis: | Editor: Tri Broto
istimewa
Bayi yang dilahirkan Sarmunah di gerbong 8 KRL Commuter Line, Senin (9/6/2015) 

GAMBIR, WARTA KOTA- Setelah berjuang dengan nyawanya saat melahirkan di kereta rel listrik (KRL) rute Duri-Tangerang hingga bayinya selamat, kini Sarmunah (29) atau biasa disapa Mumun harus berjuang melawan hatinya.

Ya, Mumun harus merelakan bayi mungilnya yang sempat jadi pembicaraan masyarakat karena terlahir di dalam KRL 2129 pada Senin (8/6)/2015) pagi, itu jauh dari dirinya.

Sarmunah (29) warga Petojo Utara V RT 01/01 Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat, merelakan anak bungsunya yang mungil itu untuk dibawa ke Bogor, Jawa Barat.

Di sana, bayi iyu akan dirawat oleh neneknya (ibu kandung Mumun-Red. "Mungkin sudah nasib," tutur Mumun dengan nada lirih saat dijumpai Wartakotalive.com.

Bayi perempuan itu belum diberi nama, rencananya Sarmunah baru akan memberikan nama setelah masa puput.

Baca Juga : Sarmunah Melahirkan di Gerbong 8

Mumun ditemui di kontrakan Maryati (37), kakak kandungnya. Mereka tinggal di kontrakan berukuran 3 x 3 meter yang sempit di permukiman padat penduduk di Petojo Utara.

Lokasinya persis di bantaran kali Krukut. Kontrakan itu disewa Rp 500.000 per bulan.

"Karena memang nggak ada biaya, saya pulang duluan, bikin surat pernyataan ke dokter. Anak saya juga sudah dibawa saudara, biar saja yang asuh neneknya di kampung, Bogor," ungkap Mumun lemah ditemani Maryati dan Lis (24), sepupunya.

kontrakan <a href='https://wartakota.tribunnews.com/tag/sarmunah' title='sarmunah'>sarmunah</a>

Mumun terpaksa melakukan itu mengingat dirinya yang berstatus janda dan harus menafkahi ketiga anaknya yang lain, yakni Sheila (4), Nabila (8) dan Fendi (13).

"Saya memang sudah cerai sama suami saya, Mulyadi (30) sekitar setengah tahun lalu, mungkin dia juga enggak tahu kalau itu anaknya dia juga. Tapi saya terima, ikhlas. Biar aja Anak saya diasuh sama neneknya di kampung, saya sama kakak-kakaknya di Jakarta," ujarnya lemah.

Baca Juga :Video: Sarmunah Melahirkan di Commuter Line, Kado ...

Diakuinya, walau penghasilannya dengan bekerja di Pasar Petojo sangat rendah, setidaknya masih dapat menafkahi dirinya bersama ketiga anaknya yang lain.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved