Konsultasi
Yang Baru pada Terapi Diabetes di Masa Depan
Ada empat hal penting dalam pengendalian gula darah, yaitu pengetahuan penderita mengenai penyakitnya, pengaturan makan, olahraga teratur,
Oleh dr Samsuridjal Djauzi
Saya manajer pemasaran. Sekitar 16 hari dalam setiap bulan, saya harus bepergian ke sejumlah kota. Sejak 6 tahun lalu, saya dinyatakan mengidap diabetes melitus. Waktu itu, umur saya baru 42 tahun. Setahu saya penderita diabetes umumnya orang lanjut usia.
Dalam enam tahun ini boleh dikatakan diabetes saya terkendali meskipun dua tahun lalu gula darah saya cukup tinggi karena saya tergoda iklan mengenai penyembuhan diabetes dengan pengobatan alternatif.
Saya merasa agak bosan dengan pengendalian makan, olahraga, serta obat penurun gula darah yang harus saya minum setiap hari. Saya juga harus minum obat pengendali lemak serta pengencer darah.
Saya makan bebas dan tidak minum obat diabetes dan obat-obat lain. Akibatnya, gula darah saya naik menjadi di atas 300 mg, kolesterol LDL juga naik banyak. Saya kembali ke program pengendalian gula, yaitu mengatur makanan, berolahraga teratur, dan minum obat diabetes.
Istri saya rajin membantu pengendalian makan saya. Saya dibekali dengan daftar diet yang dianjurkan ahli gizi. Saya juga melakukan pengukuran gula darah mandiri.
Untunglah gula saya kemudian terkendali kembali dan saya tak mengalami komplikasi karena peningkatan gula darah saya.
Pertanyaan saya adalah bagaimana dengan terapi diabetes di negara maju apakah sudah ada cara baru untuk menyembuhkan diabetes? Benarkah diabetes melitus sudah dapat disembuhkan dengan terapi sel punca?
Menurut dokter yang mengobati saya, terapi sel punca masih dalam penelitian untuk diabetes melitus dan di Indonesia ataupun di negara-negara maju terapi sel punca belum digunakan untuk diabetes melitus.
Adakah harapan bagi saya dan jutaan penderita diabetes melitus di Indonesia untuk bebas dari obat dan kebiasaan yang harus dijalani penderita diabetes. Terima kasih atas penjelasan dokter.
P di J
Anda beruntung karena belum mengalami komplikasi diabetes melitus. Komplikasi diabetes melitus dapat berupa gangguan fungsi ginjal, penyakit jantung koroner, gangguan pembuluh darah mata, serta gangguan pada pembuluh darah yang lebih besar, misalnya pada pembuluh darah kaki. Komplikasi diabetes melitus juga dapat mengenai sistem saraf.
Cukup banyak penderita yang harus mengalami cuci darah karena gagal ginjal terminal. Salah satu penyebab kebutaan yang penting juga adalah diabetes melitus. Gangguan pada sistem saraf dapat menimbulkan rasa kesemutan, menurunkan kemampuan saraf perasa, dan melemahnya otot. Gangguan pembuluh darah selain penyakit jantung koroner, stroke, juga dapat terjadi disfungsi ereksi. Jadi, amatlah penting mengendalikan gula darah agar kita terhindar dari berbagai komplikasi diabetes tersebut.
Ada empat hal penting dalam pengendalian gula darah, yaitu pengetahuan penderita mengenai penyakitnya, pengaturan makan, olahraga teratur, dan menggunakan obat penurun gula darah jika pengendalian tak dapat dicapai dengan pengaturan makan dan olahraga saja. Jadi, jika Anda berobat ke Amerika atau Eropa sekalipun, penatalaksanaan diabetes yang dilakukan lebih kurang sama dengan yang dilakukan di negeri kita.
Pengaturan makan