Resensi Buku
Menata Kekuatan Diri
Kegagalan mencapai target lantaran selama proses menuju hasil tidak fokus.
WARTA KOTA, PALMERAH - Kegagalan mencapai target lantaran selama proses menuju hasil tidak fokus.
Ketidakfokusan dalam proses tecermin dalam perilaku menunda atau membiarkan diri diganggu.
Hasil maksimal dapat diraih sejauh kita mau berubah ke arah positif.
Namun, semuanya bergantung pada prasyarat yang harus dipenuhi, yaitu komitmen sejati untuk menciptakan perubahan positif dan fokus untuk menjamin masa depan lebih baik.
Semangat inilah yang diusung buku berjudul The Power of Focus.
Buku yang dialihbahasakan oleh Arvin Saputra menjadi Kekuatan dari Fokus (Karisma Press, 2004) ditulis oleh Jack Canfield, Mark Victor Hansen, dan Les Hewitt.
Dua penulis pertama adalah pencipta serial Chicken Soup for the Soul yang sangat populer dan bukunya sudah menembus angka 50 juta di seluruh dunia.
Hasil riset yang dirampungkan selama tiga tahun ini memberikan sebuah keyakinan bahkan jaminan untuk mencapai kesuksesan.
Kuncinya adalah fokus pada kekuatan-kekuatan diri sehingga dapat memaksimalkan pencapaian impian.
Keberanian tiga penulis dalam memberikan jaminan kesuksesan cukup beralasan.
Menurut penulisnya, tuntutan dan tuntunan dalam buku ini terbukti efektif bagi penulis dan ribuan kliennya.
Ada tiga langkah utama yang ditawarkan Jack dan tim untuk menggapai mimpi atau target.
Pertama, fokus pada kekuatan dan menghapuskan segala sesuatu yang menghambat pencapaian kesuksesan.
Kedua, mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan yang akan menjadikan kita bebas dari utang.
Ketiga, menciptakan keseimbangan yang sangat baik antara pekerjaan dan kehidupan keluarga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150609menata-kekuatan-diri_20150609_170031.jpg)