Inilah Cara Membedakan Sabun Asli dan Palsu

Sabun palsu adalah sabun yg dibuat dengan bahan-bahan sintetis, penuh dengan deterjen keras dan bahan kimia.

istimewa
Ilustrasi 

WARTA KOTA, PALMERAH -Baru-baru ini polisi berhasil menangkap bos perusahaan pembuat sabun palsu di jakarta utara. Hal ini tentunya membuat kita harus waspada. (Baca juga: Polres Jakarta Utara Gerebek Ruko Pembuat Sabun Palsu)

Sabun palsu adalah sabun yg dibuat dengan bahan-bahan sintetis, penuh dengan deterjen keras dan bahan kimia.

Janganlah heran ketika anda menemukan sabun seperti ini di banyak toko.

Penggerebekan <a href='https://wartakota.tribunnews.com/tag/sabun' title='sabun'>sabun</a> <a href='https://wartakota.tribunnews.com/tag/palsu' title='palsu'>palsu</a>

Termasuk di dalam kategori ini ialah sabun "gliserin", sebagian besar shower gel komersial dan sabun cair, bahkan sekalipun sabun "hypoallergenic" yang direkomendasikan oleh dermatologists, dan juga kebanyakan sabun yang bercap "alami".

Jika anda membaca dan meneliti komposisi sabun-sabun tersebut, anda akan menemukan bahan-bahan seperti minyak dan lemak murahan (seperti kedelai, kanola, dan lemak hewan) dan petro-kimia sintetis.

Janganlah tertipu oleh sabun palsu yg terdengar alami atau natural. Bacalah label dengan hati-hati, dan cari tahulah tentang komposisi yg tertera.

Di Amerika, sabun alami buatan tangan menggunakan kata "soap" pada labelnya.

Secara hukum, sabun palsu tidak boleh menggunakan istilah itu sehingga pembuat sabun sintetis menggunakan kata "beauty bar" atau "moisturising bar" dan yang lainnya.

Hindarilah sabun yang mengandung minyak wangi, minyak parfum, minyak bunga rampai, dan minyak esensial identik.

Minyak-minyak tersebut adalah kata lain dari minyak wangi sintetis. Minyak sintetis mengandung bahan-bahan yang tidak diketahui atau beracun, dan juga mencemari lingkungan kita.

Penggunaan minyak sintetik adalah salah satu penyebab terbesar iritasi kulit hari-hari ini.

Hanya karena sebuah produk memiliki nama botani bukan berarti produk tersebut berasal dari tumbuh-tumbuhan. Cranberry, semangka, persik, pir, apel, strawberry, ara, delima, kelapa dan lain-lain adalah aroma sintetis yang dibuat di laboratorium.

Demikian pula, banyak sabun yang seharusnya mengandung vanila, melati, mawar, lemon verbena, dan kayu cendana ternyata juga dibuat dengan aroma sintetis karena minyak esensial yang asli dan berkualitas sangatlah mahal atau bahkan terancam punah.

Walaupun lebih mahal, sabun alami sangatlah bermanfaat untuk kesehatan kita dan juga untuk kesehatan lingkungan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved