Breaking News:

Tip Sehat

Pilih Minum Air Dingin atau Air Hangat Usai Olahraga

Mitos minum air dingin sebabkan kegemukan  sudah sering kita dengar sejak dulu.

Editor: Andy Pribadi
istimewa
Ilustrasi 

WARTA KOTA, PALMERAH - Mitos minum air dingin sebabkan kegemukan  sudah sering kita dengar sejak dulu.

Temperatur suhu air mineral kerap dikaitkan oleh masalah kesehatan seperti obesitas, panas dalam, flu dan radang tenggorokan.

Ada yang mengatakan jika sebaiknya kita meminum air mineral bersuhu sedang untuk menghangatkan tubuh dan menghindari berbagai masalah penyakit tenggorokan.

Sebagian lainnya, berpendapat bahwa aturan minum air mineral harus disesuaikan dengan suhu tubuh.  Lalu, manakah yang benar?

dr. Ani Sri Sukmaniah Msc, SpGK, Dokter Spesialis Gizi Klinik Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengatakan tentang aturan minum air mineral sesuai suhu tubuh dan ruangan  saat itu.

Pasalnya, minum air mineral sesuai suhu tubuh saja tidak cukup untuk membuat air mineral yang kita minum mampu mengatasi masalah dahaga, namun juga harus sesuai dengan suhu ruangan tempat ia berada.

“Pada iklim tinggi, panas tubuh akan berkeringat. Maka boleh meminum air dingin dengan standar maksimal 5 derajat Celcius suhu air yang menetap di tubuh kita,” ungkap dr. Ani di acara seminar Manfaat Puasa dengan Nutrisi Seimbang dan Pola Minum AQUA242 di Restoran Harum Manis, Jakarta Pusat, Rabu (3/6).

Sebagai contoh, usai olah raga sebaiknya minum air dingin atau air hangat?

Ia menjawab, air mineral bersuhu dingin akan bisa membantu menurunkan suhu tubuh karena berkeringat.

Sedangkan, air hangat tidak terlalu bisa mengganti cairan dengan lebih cepat ketika berolahraga, tapi sangat baik bagi pemilik gigi sensitif.

“Terpenting bukan suhunya, melainkan minum air dalam jumlah cukup setiap hari untuk mencegah dehidrasi serta memberi manfaat besar bagi kesehatan tubuh,” saran dr. Ani.

Lebih lanjut, diakuinya, mineral tidak akan rusak jika dipanaskan, berbeda halnya dengan vitamin.

Contoh paling utama ialah vitamin B dan C, makanya tidak disarankan memasak atau memanaskan vitamin secara berulang.(Ridho Nugroho/Tabloidnova.com)

Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved