Mahasiswa Tewas di Danau UI

Surat Wasiat Akseyna Dibuat oleh Dua Orang

Grafolog Deborah Dewi telah merampungkan analisa tulisan dan tanda tangan di surat wasiat Akseyna Ahad Dori

Surat Wasiat Akseyna Dibuat oleh Dua Orang
@DeborahDewi

WARTA KOTA, DEPOK - Grafolog Deborah Dewi telah merampungkan analisa tulisan dan tanda tangan di surat wasiat Akseyna Ahad Dori (18) pada Selasa (19/5/2015). Hasilnya telah dilaporkan ke polisi.

Berdasarkan hasil analisa, Deborah menyimpulkan bahwa surat wasiat Akseyna dibuat oleh dua orang. Orang pertama adalah Akseyna. Sedangkan orang kedua adalah yang mencoba meniru tulisan dan tanda tangan Akseyna.

"Siapapun orang kedua itu, dia pikir dia cerdas," tulis Deborah dalam e-mailnya kepada Wartakotalive.com, Kamis (21/5/2015) malam.

Deborah menjelaskan, dia menganalisa tulisan dan tanda tangan di surat wasiat melalui pembesaran mikroskopik 200x.

Deborah mengatakan, ada dua bagian tulisan di surat wasiat itu. Dari hasil analisa, tulisan di bagian pertama identik dengan tulisan almarhum Akseyna.

Sedang tulisan tangan di bagian lain adalah milik orang lain. Selain itu, Deborah juga memastikan bahwa tanda tangan di surat wasiat Akseyna dibuat oleh orang lain.

Kematian mahasiswa Program Studi Biologi Fakultas MIPA Universitas Indonesia (UI) memang jadi misteri sampai kini. Ada sejumlah kejanggalan yang membuat polisi bingung apakah Akseyna mati dibunuh atau bunuh diri.

Salah satu kejanggalannya adalah ditemukannya surat wasiat oleh rekan Akseyna sebelum jenazah Akseyna teridentifikasi. Dan kini ternyata hasil analisa Grafolog Deborah Dewi, surat wasiat itu dibuat oleh dua orang, dan tanda tangannya bukan milik Akseyna.

Akseyna ditemukan tewas mengambang di danau Kenanga UI pada Kamis (26/3/2015). Dia ditemukan dalam posisi memakai tas berisi batu pemberat seberat 14 kilogram dan tak dikenali identitasnya. Identitas Akseyna baru diketahui pada Senin (30/3/2015).

Namun pada Minggu (29/3/2015), sebelum jenazah Akseyna teridentifikasi, seorang rekan satu angkatan Akseyna di progdi Biologi bernama Jibril datang ke kos Akseyna dan menemukan surat wasiat itu.

Makanya kemudian polisi menduga Jibril memiliki alibi dalam kasus ini. Sehingga polisi memilih menganalisa surat wasiat itu. Bahkan polisi sebelumnya sudah meminta Puslabfor Mabes Polri untuk menganalisa, baru setelah itu meminta pula Grafolog Deborah Dewi untuk menganalisanya.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved