Senin, 4 Mei 2026

VIDEO: Ini Pengakuan Tes Keperawanan Calon Anggota TNI

Lalu, kata dokter itu, dua jari dimasukkan ke vagina untuk mengetahui apakah selaput dara mereka masih utuh atau tidak.

Tayang:

Mayjen Fuad membantah tes itu diberlakukan juga untuk para tunangan perwira. Namun, HRW mendapatkan pengakuan seorang istri perwira diperlakukan seperti itu.

"Suami saya perwira angkatan laut. Kami menikah pada 2008. Jelang menikah, saya ikut tes, termasuk tes keperawanan itu," kata istri perwira AL itu.

Perempuan itu mengatakan, banyak calon istri perwira yang lolos dari pemeriksaan itu karena orang tua mereka perwira tinggi, minimal perwira menengah berpangkat kolonel.

"Sedangkan suami saya tidak berasal dari keluarga militer," keluhnya.

Pada November 2014, HRW juga menerbitkan laporan tentang tes keperawanan pada proses rekrutmen Polri. Lalu, laporan itu mendorong sejumlah perempuan di lingkungan militer angkat suara.

"Saya ikut tes itu. Sekarang saya kenal banyak istri perwira militer. Ketika cerita tentang polwan muncul, kami mulai bertukar cerita, termasuk soal suap rumah sakit agar lolos dari pemeriksaan itu," ungkapnya.

Sumber: Surya
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved