Jumat, 10 April 2026

Koran Warta Kota

Batu Akik Jumbo di Trotoar Tomang Jadi Rebutan

Di tengah fenomena batu akik yang mewabah saat ini, sebagian masyarakat Jakarta dihebohkan dengan penemuan bongkahan batu akik berukuran jumbo.

Editor: Suprapto
Andika Panduwinata
Batu akik giok yang jadi sorotan warga di pendestrian Jalan Mandala Raya, Tomang, Jumat (8/5). 

WARTA KOTA, TOMANG— Di tengah fenomena batu akik yang mewabah saat ini, sebagian masyarakat Jakarta dihebohkan dengan penemuan bongkahan batu akik berukuran jumbo. Batu yang tergeletak di dekat SMA N 23 Jalan Mandala Raya RT 01 / RW 02 Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, itu pun ramai dijarah warga,

Pantauan Warta Kota, Jumat (8/5), beberapa orang tampak asyik memahat untuk memperoleh pecahan dari batu akik raksasa yang tergeletak bebas di trotoar jalan itu. Bukan hanya masyarakat sekitar Tomang yang berdatangan dengan membawa alat pahat (tatah). Beberapa orang datang dari wilayah lain.

Seperti Lani (33), warga Kebon Jeruk, yang datang bersama rekan-rekannya kemarin sore. Ia membawa pahat beserta martil guna mengikis batu akik jumbo tersebut.

"Saya tahu di daerah ini ada batu akik berukuran besar dari kawan. Kawan saya tukang ojek lewat sini, ada yang ramai-ramai juga memahat batu ini," kata Lani.

Tak hanya Lani, ada juga Galih (28), warga Tanjung Duren, yang bersemangat menggetok batu akik ini. Ia mengaku sudah 3 kali menyambangi batu akik jumbo tersebut.

"Ini batu jadinya bagus Mas. Sudah saya buat, tapi cincinnya ada di rumah. Dibelah dan dipolesnya juga sama seperti jenis batu akik lainnya," ucap Galih yang penampilannya tampak garang dengan tato di tubuhnya.

Aris (27), teman Galih, menjelaskan bahwa ada beberapa versi tentang jenis batu akik yang jadi rebutan itu. Ada yang menyebut batu itu berjenis Giok Hijau, Giok Aceh, Jamrud Cikotok, dan juga Pandan Suji.

"Saya ngambil batu ini buat koleksi saja. Batu ini kalau dijual enggak terlalu mahal. Batu yang sudah dijadikan cincin beserta ikatannya dihargai Rp 50.000, tapi kalau mentahan batunya besar dan mulus bisa Rp 200.000," ungkap Aris yang terlihat lelah usai memahat batu itu.

Banyaknya orang yang berkerumun menonton batu akik jumbo itu membuat arus lalu lintas menjadi tersendat. Para pedagang kaki lima pun memanfaatkan kehebohan batu akik ini dengan menjajakan dagangannya di lokasi. Pengendara yang melintas juga tertarik dan memarkirkan kendaraannya guna melihat fenomena ini.

"Batunya gede juga ya, warnanya bagus," celetuk satu dari pengendara yang melintas menyaksikan kehebohan batu akik berukuran jumbo.

Batu tolak bala

Ketua RT 01 / RW 02, Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Binsar menjelaskan asal muasal batu akik jumbo yang berada di wilayahnya itu. Pria yang mengaku sudah dari kecil bermukim di daerah ini mengungkapkan, batu akik besar tersebut merupakan milik pria bernama Begug Purnomo.

Begug Purnomo merupakan orang spiritual. Rumahnya berada persis di depan batu akik jumbo ini. Tapi kediamannya sudah dijual, dan keluarga besarnya pindah ke tempat lain.

"Batu akik jumbo itu sudah ada di trotoar ini sejak tahun 1984. Beliau memang sengaja menaruh batu tersebut di depan rumahnya," kata Binsar kepawa Warta Kota.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved