Minggu, 3 Mei 2026

Fenomena Batu Akik

Pedagang Batu Akik Membuat Loyo Penjual Barang Elektronik

Kelesuan pasar paling terasa di Januari-Maret 2015 lalu

Tayang:
Kompas.com
Sebuah toko elektronik di Kawasan Glodok, Jakarta Barat, Rabu (28/8/2013). 

WARTA KOTA, JAKARTA - Momon (43) tengah asik bercengkrama dengan teman sesama pedagang elektronik di Jl. Bekasi  Barat, Jatinegara, Jakarta Timur ketika seorang calon pembeli datang hendak membeli kulkas.

Tawar-menawar harga tak berlangsung lama hingga keduanya sepakat di harga Rp 1,65 juta. 

“Ini pembeli pertama sejak saya buka toko jam 09.00 pagi,” kata Momon. Waktu itu, jam dinding di toko Andromeda menunjukkan pukul 14.15 WIB.

Belakangan, Momon memang kesulitan menjual barang dagangannya. Pembeli yang mencari barang elektronik makin hari makin sedikit.

Alhasil, omzet Toko Andromeda berkurang hingga 50 persen.

Sebelumnya, omzet Toko Andromeda yang telah berdiri sejak 1992 silam itu rata-rata mencapai Rp 16 juta per hari. Kini omzetnya turun, rata-rata hanya Rp 8 juta per hari.

Momon merasakan penurunan penjualan sejak tahun lalu, terutama setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), pertengahan November 2014 lalu.

“Yang paling banyak dicari pembeli sekarang batu akik, bukan elektronik lagi,” keluh Magi (39), pemilik toko elektronik 35, tak jauh dari Toko Andromeda.

Masa paceklik nyatanya memang tak cuma dialami pedagang barang elektronik. Heru Santoso, Asociate Director Panasonic Gobel Indonesia mengakui, setelah mencapai puncaknya di 2012, pasar produk elektronik memang terus mengalami penurunan hingga 2014.

Menurut Heru, penurunan permintaan terjadi di banyak jenis produk elektronik.

Ambil contoh, dibanding 2012, permintaan televisi pada 2014 anjlok hingga 19 persen, kulkas turun 14 persen, dan AC turun hingga 8 persen.

“Kelesuan pasar paling terasa di Januari-Maret 2015 lalu,” kata Heru tanpa menyebut angka.

Pernyataan Heru diamini oleh AG. Rudyanto. Ketua Electronic Marketers Club (EMC) itu menyebut, penurunan penjualan terjadi hampir di semua jenis produk elektronik, terutama  produk yang tingkat penetrasinya sudah tinggi, seperti televisi yang sudah di atas 90 persen.

Untuk televisi LED, pangsa pasar terbesar ada di kelas 32 inci.

Segmen ini merupakan arena pertempuran antar-merek dan pertempuran harga yang paling sengit.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved