Skandal Bus Transjakarta
Ahok Melunak, Berikan Izin Beroperasi 529 Bus Transjakarta
Setelah tidak ingin menggunakan ratusan bus Transjakarta pengadaan 2012-2013 yang pernah bermasalah, Gubernur Basuki akhirnya melunak.
WARTA KOTA, GAMBIR - Setelah tidak ingin menggunakan ratusan bus Transjakarta pengadaan 2012-2013 yang pernah bermasalah, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama akhirnya melunak.Ahok mengizinkan para operator yang ingin mengoperasikan 529 bis asal Tiongkok itu dioperasikan.
Namun, semua tetap dibawah PT Transportasi Jakarta dan pembayarannya melalui rupiah per kilometer.
Pemberian izin itu diberikan, kata dia, karena berdasarkan hasil penyelidikan, ratusan bus tersebut sudah boleh digunakan kembali. Namun, Pemprov DKI tidak mau menanggung resiko jika terjadi kerusakan saat bus-bus tersebut dioperasikan.
“Hasil penyelidikannya sudah boleh dipakai. Hanya mungkin kami nggak mau membelinya. Kalau operator swasta mau membelinya ya silakan. Nanti vendor yang akan kerja sama dengan operator. Dan kami bayar rupiah per kilometer di bawah koordinasi PT Transjakarta,” kata Ahok di Balai Kota DKI, jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2015).
Mantan Bupati Belitung Timur itu menjelaskan bahwa kalau ada operator yang ingin mengoperasikan bus yang mangkrak kurang lebih setahun itu akan dibayar rupiah per kilometer oleh PT Transportasi Jakarta.
Namun, untuk perawatan dan pemeliharaan bus-bus tersebut menjadi tanggung jawab operator. Karena itu, kalau terjadi kerusakan atau mogok di tengah jalan, maka Pemprov DKI dapat meminta pertanggungjawaban dari operator bus tersebut.
“Kami mau pakai operator saja. Kami mau fokuskan dengan sistem pembayaran rupiah per kilometer. Lalu ada sanksi, kalau kamu (operator) punya bus nggak jalan. Begitu saja,” ujar Ahok.
Perlu diketahui, keberadaan 529 bus sedang dan bus gandeng tersebut akan membantu penambahan armada transportasi publik di Jakarta. Apalagi, sebelum ratusan bus buatan Tiongkok ini terganjal kasus bus berkarat, bus ini disediakan untuk kebutuhan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) dan bus Transjakarta.
Bus itu belum dioperasikan sama sekali pascapenangkapan mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Udar Pristono terkait kasus 14 bus sedang dan gandeng Transjakarta yang berkarat.
Dinas Perhubungan DKI di bawah kepemimpinan Kepala Dishub DKI Udar Pristono mengadakan lelang untuk penambahan armada bus transjakarta dan bus sedang.
Lelang penambahan armada bus ada 14 paket. Dari 14 paket tersebut, baru 4 paket dengan jumlah bus sebanyak 125 unit senilai total Rp 402.299.400.000 telah dibayarkan lunas. Armada bus tersebut sudah dioperasikan.
Sedangkan, sisanya 10 paket baru dibayarkan uang mukanya 20 persen. Dari 10 paket ini, jumlah bus ada sebanyak 529 bus, 14 unit diantaranya ditemukan berkarat dan sudah diperbaiki oleh pihak agen pemegang merek.
Siap membeli 200 bus
Direktur Utama PT Metro Kota Trans, Bambang Sugiarto mengatakan pihaknya bersedia menjadi operator 529 bus yang sudah hampir satu tahun tidak digunakan tersebut. Daripada bus tersebut menjadi rongsokan besi tua karena tidak digunakan sama sekali.
Upaya dari PT Metro Kota Trans agar dapat memanfaatkan bus tersebut untuk meremajakan bus sedang di Jakarta. Baik itu metro mini maupun kopaja.