Rabu, 8 April 2026

Kisah Imas, dari PRT Jadi Konektor Kunci Perubahan Ekonomi Keluarga

MasterCard menempatkan sejumlah nama dan gambaran orang-orang yang berperan dalam perjalanan ekonomi Indonesia.

WARTA KOTA, MATRAMAN - Seiring langkah Indonesia melakukan inovasi dan inisiatif-inisiatif inklusi ekonomi skala besar secara terus-menerus, MasterCard menempatkan sejumlah nama dan gambaran orang-orang yang berperan dalam perjalanan tersebut.

Salah satu transisi yang dipelajari MasterCard ialah kehidupan Imas, yang oleh karena situasi ekonomi harus mulai bekerja pada usia sangat dini.

Dengan bantuan saudaranya, pada usianya yang ke-10, Imas pindah dari desa nya ke Jakarta. Saudara Imas berperan sebagai migrator atau penyeberang dalam perjalanan Imas.

Migrator merupakan salah satu dari dua konektor kunci bersama pemberi pengaruh (influencer) bisnis yang memiliki peran terpenting dalam peningkatan ekonomi seseorang.

Keduanya memiliki kapasitas tertinggi untuk mempengaruhi perjalanan seseroang atau sekelompok orang menuju kesejahteraan dan inklusi ekonomi.

Baru-baru ini MasterCard mengumumkan temuan terbaru dari hasil penelitian The Connectors Project, sebuah penelitian tentang peran jejaring di Indonesia.

Dari penelitian lapangan ditemukan lima konektor kunci dalam jejaring seseorang.

Kelima konektor kunci itu ialah mentor atau pendamping, introducer atau pengenal, migrator atau penyeberang, role model atau panutan dan business influencer atau pembawa pengaruh bisnis.

Kelimanya adalah orang-orang yang mampu memberikan ide, dukungan, dan pengetahuan bagi mereka yang mencari inklusi keuangan lebih besar kepada diri sendiri dan keluarga mereka.

MasterCard mengisahkan, saudara Imas menyediakan kontak awal untuk memberikan kesempatan kerja sebagai pekerja rumah tangga (PRT).

Selama bekerja majikannya melihat bahwa Imas sangat mahir dalam memperbaiki dan menjahit pakaian.

Melihat potensi Imas, majikannya pun mendorong Imas untuk mengikuti pelatihan sekaligus memberikan biaya awal agar Imas mengikuti kelas menjahit.

Majikannya yang dalam perjalanan Imas berperan sebagai mentor menunjukkan kepadanya kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraannya. Antara lain memperkenalkan Imas kepada pelanggan pertamanya, yakni teman-temannya.

Imas sendiri kemudian mempelajari keterampilan dan membangun hubungan dengan kelompok simpan pinjam lokal. Dari langkah awal yang ditekuninya itu akhirnya Imas mampu membuka usaha toko jahit sendiri.

Pada perjalanan berikutnya, salah satu pelanggan terpercaya menyarankan agar Imas mengikuti program asuransi jiwa yang bisa menjadi jalan melindungi pencapaian dan masa depan keluarga Imas.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved