Mahasiswa Tewas di Danau UI

Ada 13 Lembar Tanda Tangan Akseyna yang Harus Dianalisa polisi

Polisi sudah menentukan tulisan tangan di surat wasiat Akseyna Ahad Dori (18) identik dengan tulisan asli Akseyna

Ada 13 Lembar Tanda Tangan Akseyna yang Harus Dianalisa polisi
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Inilah Analisa Deborah bahwa Akseyna berkarakter tak mudah menyerah. Deborah menganalisa itu dari tulisan tangan Akseyna yang ditulis Akseyna 1,5 tahun lalu. Makanya ada perbedaan karakter antara tulisan tangan 1,5 tahun lalu dengan tulisan di surat wasiat. 

WARTA KOTA, DEPOK - Polisi sudah menentukan tulisan tangan di surat wasiat Akseyna Ahad Dori (18) identik dengan tulisan asli Akseyna. Tapi polisi belum menentukan apakah tanda tangan di surat wasiat itu asli atau bukan.

Ketua Departemen Biologi, Yasman, mengatakan, pihaknya sudah menyerahkan 13 lembar tanda tangan Akseyna ke penyidik Reserse Kriminal Polres Metro Depok.

Menurut Yasman, 13 lembar tanda tangan yang diberikan itu berupa daftar hadir Akseyna di mata kuliah yang Ia ambil. Daftar hadir itu memang berisi tanda tangan setiap mahasiswa yang hadir di sebuah mata kuliah, termasuk Akseyna.

"Sebenarnya polisi meminta daftar tanda tangan Akseyna dari semester satu. Sebab katanya mau dianalisa konsistensi tanda tangannya," ucap Yasman ketika ditemui di tempat kerjanya, Selasa (21/4/2015) siang.

Namun, pihaknya tak menemukan lagi daftar hadir Akseyna di mata kuliah yang Ia ambil di semester 1. Pihaknya hanya menemukan daftar hadir yang berisi tanda tangan Akseyna di semester 2, semester 3, dan semester 4. "Itulah yang kami berikan ke polisi," ucap Yasman.

Kematian Akseyna jadi menarik, lantaran polisi menemukan Alibi aneh, sehingga bingung menentukan akseyna tewas dibunuh atau bunuh diri.

Akseyna ditemukan tewas tenggelam di Danau Kenangan UI pada Kamis (26/3/2015). Dokter meyakinkan ada pukulan benda tumpul di tubuh Akseyna. Dan dia tenggelam saat masih hidup, tapi tak diketahui tenggelam saat sadar atau pingsan.

Lalu disisi lain ada alibi teman Akseyna, yakni Jibril sempat datang dua kali kos Akseyna pada Jumat (27/3/2015) dan Minggu (29/3/2015). Saat itu belum diketahui jenazah di danau itu adalah Akseyna.

Bahkan di kedatangan kedua di hari Sabtu, Jibril menemukan surat wasiat Akseyna. Dan dia pun menginap di kamar kos itu.

Jibril beralasan tante Akseyna yang menyuruhnya. Tapi ayah Akseyna membantah itu. Inilah yang membuat media menulis menyudutkan Jibril.

Apalagi sampai kini polisi baru memastikan bahwa tulisan di surat wasiat yang identik sesuai dengan tulisan asli Akseyna. Sedangkan tanda tangan di surat wasiat belum ditentukan apakah asli atau tidak

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved