Citizen Journalism
Belajarlah dari Gasing
Ada pepatah mengatakan hidup itu bagaikan roda yang berputar kadang di bawah dan kadang di atas
WARTA KOTA, PALMERAH - Ada pepatah mengatakan hidup itu bagaikan roda yang berputar kadang di bawah dan kadang di atas. Pepatah itu memang tak selamannya salah asalkan benar dalam menerapkannya.
Banyak orang berlomba-lomba untuk mendapatkan kekayaan dan kesuksesan dengan menghalalkan semua cara termasuk cara-cara yang tidak dibenarkan oleh agama ataupun hukum.
Para pejabat secara berjamaah mengambil uang rakyat dengan cara korupsi hanya untuk mendapatkan kemewahan pribadi.
Fenomena begal motor yang baru-baru ini menjadi perbincangan juga akibat segelintir orang yang ingin mendapatkan kekayaan dengan jalan mudah tanpa harus bekerja.
Yang tak kalah heboh para politisi negeri ini yang berebut kedudukan yang mereka anggap paling sah untuk dikuasai, untuk apa semua itu diperebutkan kalau bukan karena ambisi mendapatkan kekuasaan dan kekayaan untuk pribadi dan golongannya.
Apakah mereka tidak berfikir hidup itu hanya sementara?
Kalau mereka mau berfikir pasti semua itu tidak akan mereka lakukan. Tak selamannya harta dan jabatan akan menjamin kebahagian.
Banyak orang bergelimang harta tapi tak pernah bahagia dalam hidupnya, itu karena mereka tak pernah merasa puas dan tak mau bersyukur atas rahmat yang diberikan Tuhan YME kepada mereka.
Ingatkah sebuah permainan tradisional yang sebagian besar ada di seluruh penjuru negeri ini yang terbuat dari kayu ataupun bambu yang dinamakan gasing?
Pasti banyak anak yang sudah lupa bahkan tidak tahu dengan salah satu permainan tradisional ini, padahal banyak sekali filosofi yang bisa diambil dari permainan ini.
Gasing terdiri dari tiga bagian utama yaitu : kepala, badan dan kaki. Kepala dibuat lebih besar dari kaki melambangkan berapa pun yang bisa kita dapatkan dari bekerja harus dikeluarkan lebih sedikit dari pemasukan, badan dibuat lebih besar dari kepala dan kaki mengajarkan kita untuk bisa menabung atau menyimpan hasil jerih payah kita untuk kehidupan yang lebih baik.
Dari segi bermain, pertama tali diputar di kepala gasing secara rapi itu melambangkan kesabaran dan ketelatenan dalam berusaha untuk mendapatkan hasil yang maksimal, kemudian mengambil ancang-ancang dengan sekuat tenaga melempar gasing ke tanah melambangkan kekuatan atau kerja keras yang harus dilakukan jika ingin sukses dalam hidupnya, barulah gasing bisa berputar.
Belajarlah dari Gasing! Kenapa gasing bisa berputar lama?
Karena semua sisi dibuat seimbang tidak berat sebelah makanya bisa bertahan lama dalam berputar, begitu juga dengan hidup manusia kalau hidup mau lebih lama maka harus seimbang dalam menjalaninya.
Pertama seimbang antara hubungan manusia dengan pencipta-Nya atau kata lain selalu bisa bersyukur atas rahmat dan rezeki yang diberikan-Nya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150420belajarlah-dari-gasing1_20150420_144133.jpg)