Kamis, 30 April 2026

Jajanan Beracun

BPOM Temukan Methanil Yellow di Puding Jajanan di SD Rawamangun

Tadi itu aku beli puding di kantin SMP. Pas aku rasain kok agak pahit yah, makanya aku langsung bawa ke sini

Tayang:
Penulis: Junianto Hamonangan |

WARTA KOTA, PULOGADUNG - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta melakukan pemeriksaan di SDN Rawamangun 09, 10, dan 11, Jakarta Timur, Senin (13/4). Dalam hasil pemeriksaan, ada kandungan pewarna tekstil di puding yang ditemukan di kantin sekolah.

Kejadian itu bermula kala siswa kelas III SDN Rawamangun 09, Tiara tiba-tiba saja datang ke petugas sembari membawa puding yang baru saja dibeli di kantin SMP 74 yang masih berada dalam satu kawasan. Tiara meminta petugas memeriksa puding yang dibawanya karena merasa ada yang aneh dengan makanan tersebut.

"Tadi itu aku beli puding di kantin SMP. Pas aku rasain kok agak pahit yah, makanya aku langsung bawa ke sini," kata Tiara.

Petugas yang mendapati aduan tersebut, langsung melakukan pengecekan. Hasilnya, satu dari beberapa puding yang dijual di kantin SMP 74 positif mengandung methanil yellow. Zat yang dipakai sebagai pewarna tekstil kertas dan cat itu, terdapat pada puding jajanan yang berwarna pink.

"Memang tadi ada laporan dari anak murid dan hasilnya positif methanil yellow. Zat ini biasanya berwarna kuning terang dan mencolok," kata Dewi Prawitasari, Kepala BPOM DKI Jakarta.

Sementara itu penjaga kantin SMP 74, Dea, menjelaskan kepada petugas BPOM bahwa puding yang positif zat berbahaya tersebut bukan merupakan dagangannya. Puding itu adalah titipan salah satu orangtua murid.

"Saya enggak tahu kalau itu berbahaya. Ini juga belum lama kok dan biasanya setiap hari nitip delapan sama saya. Jualnya Rp 2.000 per buah," katanya.

Menyikapi hal tersebut, BPOM mengaku akan melakukan pembinaan terhadap pihak sekolah agar jajanan sejenis tidak lagi beredar. Pasalnya menurut Dewi apabila mengonsumsi methamil yellow secara terus menerus, hal itu akan mengakibatkan beberapa penyakit seperti kerusakan hati.

"Nanti kami akan ke kepala sekolahnya untuk memberitahukan temuan tadi. Setelah itu baru akan dilakukan pembinaan," katanya.

Dewi menjelaskan sebenarnya sidak kali ini hanya menyasar tiga SD dan hasil keseluruhannya dinyatakan negatif. Hanya saja ada bahan berbahaya yang ditemukan di SMP 74, yang lokasinya masih berada dalam satu area.

"Makanan di SD ini kita nyatakan telah memenuhi syarat karena tidak ada satu pun yang terindikasi bahan berbahaya," tutupnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved