Kamis, 23 April 2026

Puan Maharani Semobil dengan Presiden ke Gedung DPR

Jokowi turun dari Mobil RI 1 bersama Puan Maharani, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

WARTA KOTA, SENAYAN - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba di Ruang Nusantara IV, gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin (6/4/2015) sekitar pukul 10:55 WIB.

Jokowi turun dari Mobil RI 1 bersama Puan Maharani, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan untuk melakukan Pertemuan Konsultasi dengan Pimpinan DPR RI. Dibelakang Jokowi dan puan tampak Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Sebelumnya, telah tiba diantaranya Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menko Perekonomian Sofjan Djalil, Wamenkeu Mardiasmo.

DPR mengagendakan rapat konsultasi dengan Presiden Joko Widodo untuk membahas tentang pembatalan calon kapolri Komjen Budi Gunawan pada Senin (6/4/2015). Ketua DPP PDIP Trimedya Panjaitan menilai pertemuan itu momentum memperbaiki hubungan DPR dan Presiden.

"Memang sebagian kawan-kawan di DPR ada kesan yang menganggap Presiden Jokowi sedang melakukan pelecehan atau paling tidak, tidak perhatian yang sudah diputuskan DPR. DPR sudah putuskan apapun kejadiannya, Komjen Budi Gunawan menjadi Kapolri setelah surat presiden 9 Januari ke DPR diproses dan diputuskan di paripurna. Kenapa keputusan itu tak dilaksanakan?," kata Trimedya Panjaitan.

Hal itu disampaikan dalam diskusi bertema 'Konsolidasi Kelembagaan Negara Dalam Perspektif Konstitusi' di Jl Teuku Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (4/3/2015). Turut hadir Mantan ketua MK Hamdan Zoelva dan Menkum HAM Yasonna Laoly.

Trimedya mengatakan, atas keputusan Jokowi batal melantik BG itulah DPR belum mau membahas nama calon Kapolri baru yaitu Komjen Badrodin Haiti. DPR lalu menggelar rapim disusul rapat Badan Musyawarah (Bamus) pada Kamis (2/4) lalu.

Di rapat itu, ketua DPR Setya Novanto menyampaikan bahwa Presiden Jokowi akan datang langsung ke DPR untuk memberikan penjelasan atas pembatalan pelantikan Komjen BG yang ditetapkan tersangka oleh KPK.

"Disampaikan Pak Nov, ada keinginan DPR untuk menggelar rapat konsultasi. Menurut beliau (Novanto), Jokowi dengan senang hati bahkan Pak Jokowi bilang saya yang akan datang ke DPR," ujar wakil ketua komisi III DPR itu.

"Bagi kami dan pimpinan fraksi, apa yang disampaikan Pak Setya Novanto sesuatu yang baik karena harus seperti itu. Dan Jokowi harus ingat beliau sudah menjadi presiden, bukan wali kota Solo atau Gubernur DKI. Komunikasi legislatif dan eksekutif harus dilakukan," imbuhnya

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved