Jumat, 10 April 2026

Pengunjung: Tak Ada Fire Alarm Saat Kebakaran di Mal Margo City

Sejumlah pengunjung mengaku sama sekali tidak ada sistem peringatan dan pemberitahuan apapun saat kebakaran terjadi di Mal Margo City

Penulis: Budi Sam Law Malau |

WARTA KOTA, DEPOK-Sejumlah pengunjung mengaku sama sekali tidak ada sistem peringatan dan pemberitahuan apapun saat kebakaran terjadi di Mal Margo City, Minggu (22/3/2015) siang sekira pukul 12.00.

Bahkan saat api membesar tidak ada bunyi alarm kebakaran yang didengar para pengunjung. Akibatnya kepanikan hebat terjadi di dalam pusat perbelanjaan itu.

"Semua orang saling bertabrakan di dalam mal Margo City. Tidak ada komando atau arahan apapun dari petugas keamanan. Bahkan mereka juga menyelematkan diri masing-masing," kata Yuni (40) yang mengaku datang ke Margo City bersama suami dan dua anaknya saat itu.

Saat kejadian, Yuni mengaku berada di salah satu minimarket di lantai 2 Mal Margo City. Ia mengaku tahu adanya kebakaran saat melihat orang panik berlarian dan mendengar teriakan pengunjung adanya kebakaran.

"Sama sekali gak ada bunyi alarm, pengumuman atau warning sistem dari pengelola gedung. Semua orang kebingungan mau kemana. Jadi banyak pengunjung yang bertabrakan. Bahkan saya dan suami, panik luar biasa karena bawa dua anak sama. Yang satu 6 bulan yang satu 6 tahun," papar Yuni kepada Warta Kota, Minggu sore.

Bahkan kata Yuni saat mereka sudah berada di luar gedung, semua mobil pengunjung bergerak tidak beraturan.

"Saya bawa anak saya dan takut tertabrak mobil saat menjauh dari gedung," ujar Yuni.

Menurutnya tidak adanya sistem yang jelas pengelola gedung dalam mengatasi kebakaran atau bencara adalah hal yang disesalkannya.

"Jadi bohong kalau pengelola bilang ada fire alarm atau dievakuasi. Kami mengevakuasi diri masing-masing. Bahkan petugas keamanan mereka tidak mengomandi pengunjung. Mereka cari selamat untuk diri mereka sendiri," ujar Yuni.

Pernyataan Yuni, dibenarkan oleh Robert (42) pengunjung lainnya yang saat kejadian ada di Margo City.
Robert yang merupakan praktisi penanggulangan bencana, mengaku heran dengan sistem peringatan yang sangat buruk di Mal Margo City.

"Memang tidak ada fire alarml sama sekali. Seribut atau sekrodit apapun Mal, suara fire alarm pasti lebih keras dan harus terdengar. Tapi tadi sama sekali tidak ada alarm apapun. Yang kami dengar justru alarm kedatangan pemadam beberapa puluh menit setelah kepanikan terjadi," kata Robert.

Menurut Robert hal lainnya tidak ada pengumuman atau pemberitahuan dari pengelola gedung melalui pengeras suara bahwa ada kebakaran yang terjadi.

"Seharusnya lewat pengeras suara pengelola gedung mengarahkan pengunjung kemana harus pergi saat kebakaran terjadi. Sebab banyak pengunjung tak tahu kebakaran ada di lantai mana dan sebelah mana. Jadi banyak dari mereka justru berlari ke arah api dan asap. Untungnya mereka masih sempat menjauh lagi," kata Robert.

Ke depan Robert berharap manajemen Margo city bisa membenahi SOP untuk building safety dan evacuation.
Sebab kenyataannya, kata Robert, karyawan maupun pengunjung mal mengevakuasi diri mereka masing-masing dan bukan dievakuasi.

"Tidak ada fire alarm, announcement, atau warning system, yang memadai. Bahkan tidak ada arahan pengunjung harus menuju assembly point yang aman," paparnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved