Rabu, 15 April 2026

Proyek Pengerukan Waduk Rawa Kendal Mangkrak Setahun

Proyek pengerukan Waduk Rawa Kendal, Cilincing, Jakarta Utara, terbengkalai alias mangkrak.

Editor: Lucky Oktaviano

WARTA KOTA, JAKARTA - Beberapa warga di Jalan Karang Kendal, Kelurahan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, berpendapat proyek pengerukan Waduk Rawa Kendal, Cilincing, Jakarta Utara, terbengkalai alias mangkrak. Pasalnya, hampir setahun proyek tersebut tak berjalan.

Hasil pengamatan Warta Kota, waduk yang berfungsi sebagai tempat penampungan air, dan salah satu cara mengantisipasi, nampak tak ada aktivitas pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Tata Air DKI Jakarta.

Malahan, terlihat tiga ekskavator kuning milik DPU DKI bertengger berjejer di bibir waduk.

Suasana di lokasi pun begitu sepi. Hanya terlihat aktivitas warga pemukiman di sekitar waduk. Selain itu, tampak tiga ekskavator itu sudah usang, lantaran lama tak dinyalakan.

Di lokasi, banyak lumpur-lumpur bekas pengerukan di bibir waduk. Lumpur-lumpur itupun dalam keadaan kering.

Beberapa warga mengeluhkan akan terbengkalainya proyek pengerukan waduk tersebut. Padahal, waduk tersebut berfungsi sebagai antisipasi banjir.

Namun, lantaran mangkrak, beberapa warga juga mengaku hujan yang terus turun beberapa hari lalu, membuat kawasan Karang Kendal banjir hingga 50 sentimeter.

"Ini baru surut dua hari yang lalu. Hujan deras kan sejak Senin (9/2/2015). Malahan sampai 2-3 hari lebih hujan turun. Air di waduk itu, meluber turun ke pemukiman warga. Hingga menyebabkan banjir setinggi 50 sentimeter. Ini baru surut dua hari yang lalu. Baru kering pak. Mangkrak tuh proyek!" ucap Syamsuddin (40), warga Karang Kendal, RT04/14, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara Senin (16/2/2015).

Sepadan dengan Junaedi (59), warga Karang Kendal RT 008/05 Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Ia mengatakan, keberadaan dua waduk ini sangat dinanti masyarakat.

Selain diyakini mampu meminimalisasi banjir di permukiman warga melalui Kali Blencong, mereka juga menginginkan adanya taman yang dilengkapi fasilitas seperti halnya Taman Kota Waduk Pluit.

"Setahun lebih ya, sampai semenjak bulan Puasa kemarin. Memang nggak ada pekerjanya Pak pengerukan waduk di sini. Malahan, tiga ekskavator di sini diam aja sudah. Parkir aja di bibir waduk," ucap mekanik sepeda ini, yang kediamannya tepat di depan waduk Rawa Kendal.

Menurut dia, akibat hujan deras yang sempat melanda beberapa waktu lalu, membuat rumahnya tergenang air yang tingginya hampir 50 sentimeter.

"Banjir pak di sini. Gak tahu deh di daerah mana aja yang terjena banjir. Toh kita terjebak pak. Jagain rumah aja," ucapnya sambil memperbaiki sepeda pelanggannya.

Ia yang sudah dikarunai dua anak ini sempat mengaku, Sabtu (14/02), dirinya melihat beberapa orang dari pihak DPU DKI datang membawa bahan bakar solar.

"Ada orang bawa mobil pick-up. Bawa dirigen yang isinya solar. Ya gak tahunya, solar itu buat ngisi bahan bakar buat 3 beko itu. Abis ngisi udah pergi gitu aja," ucapnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved