Bondi dan Samara Residence Jatiasih Dijual Rp 400 Jutaan
Pengembang Samara Dana Property menawarkan dua proyek terbaru, yakni Bondi Residence dan Samara Residence.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Suprapto
WARTA KOTA, BEKASI— Menjawab kebutuhan hunian di Bekasi untuk masyarakat kelas menengah, pengembang Samara Dana Property menawarkan dua proyek terbaru, yakni Bondi Residence dan Samara Residence. Kedua proyek ini merupakan hunian model cluster mewah dan berkualitas baik dengan harga terjangkau di kawasan Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat.
Chief Executive Officer Samara Dana Property, Nathalia Sunaidi, mengungkapkan rencanannya dua hunian itu akan dipasarkan dengan harga Rp 400 jutaan pada 1 Maret 2015. Meski dijual dengan harga yang terjangkau, desain keduanya terinspirasi perumahan mewah yang ada di luar negeri.
Natahlia mencontohkan, hunian Bondi Residence akan menghadirkan desain rumah eksklusif ala rumah-rumah pantai yang mewah di kawasan Pantai Bodi, Australia. Sedangkan Samara Residence terinspirasi hunian mewah para multijutawan Timur Tengah. Kedua cluster ini juga akan dilengkapi fasilitas lengkap, seperti tempat parkir, kolam renang, kamera pengawas selama 24 jam dan sebagainya.
Natahlia mengatakan, walau ditawarkan dengan harga yang terjangkau, namun pihaknya tetap memperhatikan detail dan kualitas material yang digunakan. Oleh karenanya, ia pun memastikan proyek pembangunan akan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan memiliki desain akhir yang sama dengan gambar yang ditampilkan di brosur jual.
"Ada beberapa pengembang menawarkan hunian, namun hasil pembangunannya tidak sama dengan seperti di brosur. Kalau kami tidak, kami pastikan apa yang dibrosur gambarnya akan tetap sama," kata Nathalia saat Soft Launching perumahan tersebut pada Rabu (11/2) siang di Bekasi, Jawa Barat.
Lebih lanjut Nathalia mengatakan, untuk Bondi Residence terletak di Jalan Bagol, Jatiasih, Bekasi dengan setiap huniannya terdapat 1,5 lantai. Guna mendukung konsep rumah pantai, di setiap lantai atas terdapat balkon yang dipasang oleh kaca transparan. Selain itu, agar terlihat bersih dan rapi, warna cat dinding akan dilapisi warna putih.
Sedangkan Samara Residence, kata Nathalia, di setiap unitnya akan dipasangi pilar mewah dan bagian atapnya menjulang tinggi. Meski seluruh unitnya hanya dibangun satu lantai, namun dengan dipasang pilar bergaya timur tengah akan terlihat mewah dan elegan. Lokasi hunian ini, terletak di Jalan H. Jeran, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat.
"Khusus Samara Residence yang memiliki lebar 7 dan panjang 12 meter akan mendapatkan dua garasi mobil. Sehingga, bagi mereka yang memiliki dua kendaraan tidak perlu khawatir untuk mencari lahan parkir mobil," kata Nathalia.
Menurut Nathalia, kedua hunian ini dibangun menggunakan material dengan kualitas terbaik. Pondasinya, ujar Nathalia, dibangun menggunakan foot plate dengan struktur beton bertulang. Pertimbangan Nathalia menggunakan material itu, guna mengakomodir pemilik bila sewaktu-waktu ingin mendirikan dua lantai di rumahnya.
"Tidak hanya itu, di lantai ruang utama kami gunakan keramik granitle. Keramik ini biasa digunakan untuk perumahan yang mewah," jelas Nathalia.
"Kalau dipasaran, biasanya dua model hunian seperti ini berkisar Rp 1 miliar, tapi kami tawarkan dengan harga Rp 400 jutaan," ujar Nathalia.
Nathalia menuturkan, pihaknya menawarkan hunian ini dalam jumlah yang terbatas. Adapun untuk Bondi Residence hanya ditawarkan 15 unit dan Samara Residence hanya 14 unit. Mengenai lokasi hunian, Nathalia mengatakan, para pemilik tidak perlu khawatir, sebab hanya berjarak sekira 2 km dengan pintu masuk atau keluar tol Jatiasih. "Lokasinya juga strategis, di sekitar lokasi ada restoran, bank, supermarket dan sebagainya," katanya.
Selain bisa dibeli dengan cara tunai, Nathalia juga menawarkan cicilan rumah yang terjangkau. Dengan uang muka sebesar Rp 10 juta dan suku bunga 9,25 persen, pelanggan sudah bisa mendapatkan hunian tersebut. "Kami akan berikan kemudahan dalam memperoleh hunian untuk masyarakat. Suku bunga yang ditawarkan juga lebih renda dari biasanya yang mencapai 11,2 persen," ujar dia.