Pengungsi Banjir Petamburan Belum Dapat Bantuan
Sejumlah keluarga korban banjir di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat mengaku belum mendapat bantuan dari pemerintah.
WARTA KOTA, TANAHABANG-Walau cuaca sepanjang hari Selasa (11/2) di wilayah DKI Jakarta, khususnya Jakarta Pusat terlihat cerah berawan, sejumlah titik lokasi langganan banjir terlihat masih tergenang. Para pengungsi pun masih bertahan di posko-posko pengungsian seperti terpantau di posko pengungsian warga RT 08/02 Petamburan di sekolah Taman Kanak-kanak (TK) Al Ikhsan di Jalan Petamburan 1, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Walaupun sudah terdata dan dijanjikan mendapatkan bantuan, sejumlah korban banjir RT 08/02 Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat masih mengeluhkan tentang lambatnya bantuan. Beberapa warga justru mengaku terpaksa membeli makanan di warung makan tidak jauh dari lokasi pengungsian.
Ungkapan kekecewaan dilontarkan Neng (30), salah seorang korban banjir. Ia mengatakan, sejak banjir menggenangi rumahnya di RT 08/02 Petamburan, Senin (9/2) sore, ia terpaksa mengungsi ke tenda-tenda pengungsian yang disiapkan Sudin Sosial Jakarta Pusat.
Tetapi, jauh dari perkiraan sebelumnya, bantuan makanan yang diharapkan dapat meringankan beban warga justru tidak kunjung datang. Padahal, lanjutnya, sebagian besar warga sama sekali tidak memiliki uang dan bahan makanan karena tertinggal di rumahnya masing-masing.
"Air cepat sekali masuknya, nggak sempet kita bawa sembako apalagi beras, pas banjir, kita cuma inget selametin duit, baju sama barang elektronik. Tapi sayangnya dari kemarin bantuan makanan belum juga datang, padahal disini ada dapur umumnya," keluhnya.
Ia meminta Pemerintah Kotamadya Jakarta Pusat segera mengirimkan bantuan kebutuhan lainnya, seperti selimut, pembalut wanita dan kebutuhan bayi. Hingga saat ini, seluruh kebutuhan tersebut baru tersedia dari hasil uang patungan warga.
"Memang nggak banyak warga yang ngungsi di sini, cuma ada sekitar tujuh puluh lima orang, isinya lima puluh orang dewasa dan dua puluh lima anak-anak. Walaupun kayak begitu, seharusnya warga jangan diabaiin, karena terus terang itu kebutuhan pokok," tutupnya.