Masih Ada Warga Belum Terima Ganti Rugi Tol Becakayu
Sejumlah warga yang terkena dampak pembangunan Tol Becakayu mulai membongkar bangunan tempat tinggal mereka.
Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Lucky Oktaviano
WARTA KOTA, JAKARTA - Pembangunan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Tol Becakayu) segera dimulai. Sejumlah warga pun terkena dampaknya pun mulai membongkar bangunan tempat tinggal mereka.
Aksi pembongkaran itu dapat terlihat jelas di pinggir Kalimalang, mulai dari arah Pangkalan Jati menuju Universitas Borobudur. Selain tempat tinggal, ada sejumlah tempat usaha mulai dari warnet, warung, hingga tempat cuci mobil dan motor.
Meski sudah ada warga yang berinisiatif membongkar bangunan miliknya, namun tidak sedikit masyarakat yang bersikeras mempertahankan. Pasalnya saat ini, mereka yang bertahan adalah warga yang belum mendapatkan uang ganti rugi dari pemerintah.
Salah satunya adalah Mama Fika (50), warga RT 02/RW 10 yang tempat tinggalnya persis di pinggir jalan. Ia mengaku belum mendapatkan apa-apa sehingga memilih untuk tetap bertahan.
"Belum ketahuan, belum ada apa-apa. Saya belum dapat ganti rugi," ungkapnya, saat ditemui di lokasi.
Fika mengaku sudah cukup lama tinggal di kawasan tersebut. Bahkan ia mendirikan warung tempatnya berjualan sekarang, sejak 10 tahun yang lalu.
"Ini jualan udah lama banget. Belum ada persiapan juga mau pindah kemana. Lihat nanti aja," katanya.
Hal senada juga disampaikan Mulyadi (35) warga RT 02/RW 10 itu mengaku belum akan membongkar tempat tinggalnya. Pasalnya ia belum menerima ganti rugi dari pemerintah terkait rencana ini.
Untuk itu ia berharap, pemerintah segera merealisasikan mengenai ganti rugi terhadapnya. "Kalau dari saya pribadi, maunya ada kepastian," katanya.
Sejak dulu warga memang sering mendengar wilayah itu akan dibangun tol, hanya saja kabar tersebut tidak kunjung terrealisasikan. "Sebenarnya ini sudah cukup lama, dari tahun 1997. Memang ini kita tahunya mau buat program jalan layang, cuma sering ditunda dari dulu," ujar Adi.
Saat melakukan pembongkaran, ada sejumlah tulisan yang tertera di beberapa bangunan. Hal itu menandakan sebuah maksud dan tujuan.
Mulai dari 'BK' yang berarti bongkar, 'SB' yang berarti sudah dibayar hingga 'Belum' yang masih menantikan uang ganti rugi. Menariknya, ada beberapa bangunan yang dituliskan dengan nada nyeleneh. Mulai dari tulisan 'Syahrini', 'Milik Kapolri' hingga 'Save KPK'.
"Ini cuma iseng-iseng doang, buat lucu-lucuan aja. Biar yang lewat sini minimal tersenyum lah," katanya sambil tertawa.
Sekadar informasi, pembangunan Tol Becakayu mulai dilanjutkan kembali dimana pada Oktober 2014, Kementerian Pekerjaan Umum kembali melaksanakan peletakan batu pertama untuk melanjutkan pembangunan tol tersebut.
Tol yang akan dibangun sepanjang 21 km itu akan terdiri dari dua seksi, yaitu Seksi Kasablanka-Jaka Sampurna sepanjang 11 kilometer dan Seksi Jaka Sampurna-Duren Jaya sepanjang 10,04 kilometer.