Headline Warta Kota Cetak
Teknisi AirAsia Terombang-ambing Ratusan Kilometer
Jenazah pria tanpa kepala dan lengan yang diduga korban pesawat AirAsia QZ8501, akhirnya dipindahkan ke Makassar, Selasa siang.
WARTA KOTA, JAKARTA - Jenazah pria tanpa kepala dan lengan yang diduga korban pesawat AirAsia QZ8501, akhirnya dipindahkan ke Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/1) siang. Korban diduga Saiful Rakhmat (27) yang berstatus sebagai teknisi pesawat QZ8501.
Jenazah Saiful ditemukan nelayan di perairan Pamboang, Majene, Sulawesi Barat, Rabu sekitar pukul 08.00 Wita.
Kartu pengenal yang ditemukan pada pakaian yang melekat di jasad korban menunjukkan nama Saiful Rakhmat, warga Jalan Halim Perdanakusuma, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.
Nama tersebut ada pada daftar awak pesawat QZ8501 yang jatuh di perairan Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Daftar awak pesawat AirAsia itu menyatakan, Saiful Rakhmat berstatus sebagai engineer.
Penemuan mayat di laut itu dilaporkan ke aparat keamanan. Sejumlah petugas TNI, Polri, dan PMI setempat kemudian mengangkat mayat tersebut ke RSUD Majene. Ciri-ciri yang terlihat jelas antara lain korban memakai celana panjang dan sepatu yang semuanya berwarna hitam.
"Jenazah ditemukan dalam keadaan tertelungkup tanpa kepala dan lengan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Majene, AKBP Jubaedi. Ia menambahkan, jenazah tersebut ditemukan oleh Masud (35), nelayan setempat yang kemarin pagi sedang memancing.
Masud terkejut melihat ada mayat terombang-ambing tidak jauh dari tempat dia mancing. Berarti, mayat korban AirAsia ini selama sebulan lebih mengapung di laut sejauh ratusan kilometer dari Selat Karimata sampai Majene, Sulawesi Barat.
Jenazah yang diduga korban AirAsia tersebut, kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar. "Untuk memastikan ini korban pesawat AirAsia atau bukan, kami serahkan ke Polda Sulsel untuk berkoordinasi dengan pusat," kata Jubaedi.
Tas dan paspor
Di lokasi berdekatan dari penemuan mayat Saiful Rakhmat, nelayan Majene juga menemukan tas berisi ponsel dan paspor atas nama Andi Wijaya. Barang-barang tersebut diduga milik penumpang AirAsia yang terbawa arus dari lokasi jatuhnya pesawat di barat daya Pulau Kalimantan sampai ke Majene yang terletak di sebelah timur Pulau Kalimantan.
Jubaedi menjelaskan, berbagai temuan barang termasuk jenazah Saiful, akan diinformasikan ke Posko Induk Kecelakaan AirAsia QZ8501 di Surabaya. "Kami sedang melakukan kroscek ke Posko Induk di Surabaya, apakah identitas seperti yang tertera di paspor benar penumpang AirAsia atau bukan," katanya.
Rabu pagi kemarin, nelayan di Perairan Sendana, Majene, juga menemukan lempengan logam ukuran bersekitar 1 meter berwarna merah dan putih. Lempengan itu diperkirakan serpihan badan pesawat AirAsia QZ 8501.
Kapolres Majene AKBP Muh Ridwan membenarkan adanya temuan logam yang diduga serpihan pesawat AirAsia. Menurut Ridwan, serpihan pesawat tersebut ditemukan Basri, nelayan asal Sendana dan tidak dikirim ke Makassar. "Jenazah (Saiful Rakhmat) telah kami kirim ke Makassar sebelum adanya penemuan serpihan pesawat dilaporkan warga ke petugas," ujarnya.
92 belum ketemu
Sementara itu, keluarga penumpang AirAsia QZ 8501, Lukas Joko, mengaku bingung atas pemberitaan bahwa pencarian korban AirAsia telah dihentikan. Karena itu, kemarin siang Lukas mendatangi kantor Basarnas di Jakarta untuk memastikan kebenaran berita itu. "Kepala Basarnas sudah menjelaskan, operasi tetap berjalan," kata Lukas.