Kamis, 11 Juni 2026

BPJS Kesehatan

Pasien BPJS di RSUD Cengkareng Merasa dianaktirikan

Sejumlah pasien yang menggunakan kartu BPJS di RSUD Cengkareng merasa di anak tirikan pihak rumah sakit.

Tayang:

WARTA KOTA, CENGKARENG - Sejumlah pasien yang menggunakan kartu BPJS di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng merasa di anak tirikan pihak rumah sakit.

Pantauan Warta Kota di lokasi, Jumat (23/1/2015) para warga yang menggunakan BPJS tampak antre baik saat akan di ruang pemeriksaan dan di apotik tempat pengambilan obat. Rata-rata yang berobat di RSUD Cengkareng pasien yang menggunakan BPjS.

Mereka harus mengantre berjam-jam untuk berobat hingga mengantre obat. Tetapi antrean tersebut amat tertib, tak ada warga yang saling berebut.

Edi Sutikno (60) warga Menceng, Tegal Alur, Kalideres mengakui sejak mengantre saat akan diperiksa dokter dirinya mesti menunggu hingga 3 jam. Begitupun untuk mengantre obat dirinya sudah memberikan resep sejak pukul 13.00 tetapi hingga pukul 16.00 tak kunjung dipanggil.

"Yah namanya berobat gratis saya mah ikut saja. Sudah biasa antre lama kayak gini, saya kan sebulan sekali check up," kata pria yang memiliki penyakit jantung tersebut kepada Warta Kota.

Pria yang sudah ditinggal istrinya karena meninggal tersebut, mengatakan sejak antrean di ruang pengobatan sudah dianaktirikan. Ia merasa mesti sudah antre sejak pagi tetapi tak kunjung dipanggil.

"Saya antre sejak jam 8, masa baru dipanggil berobat jam 11. Terus antre obat dari jam 13.00 baru dipanggil jam 16.00," kata pria yang datang sendiri ke RSUD Cengkareng.

Senada dikatakan Yanto (45) warga Rawa Buaya tersebut mengatakan ada praktek kecurangan saat di ruang pengobatan. Dirinya yang menggunakan BPJS datang lebih awal justru dipanggil belakangan.

"Saya datang jam 9 sudah antre dan memiliki nomor antrean tak juga dipanggil. Tetapi justru warga yang baru datang tak menggunakan BPJS diberi masuk dahulu karena mereka membayar, jelas kan ada diskriminasi," kata Yanto.

Sementara untuk antrean di Apotik justru wajar karena di sini berlangsung tertib. Karena banyaknya warga yang mengambil obat dan petugasnya terbatas sehingga ada antrean hingga berjam-jam.

"Ya wajar sih kalau yang di Apotik enggak ada diskriminasi. Semua antre secara tertib, cuma yang ada diskriminasi ya yang antre pas mau ke pengobatan dokter," tutur pria yang sudah menggunakan BPJS selama setahun. (Wahyu Tri Laksono)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved