Sampah Menggunung, TPA Sumurbatu Buka Zona V-D
Dinas Kebersihan Kota Bekasi mulai memfungsikan zona V-D Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Bantargebang
Penulis: | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTA KOTA, BEKASI - Dinas Kebersihan (Dinsih) Kota Bekasi mulai memfungsikan zona V-D Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu, Bantargebang, untuk menampung ratusan ton sampah warga Kota Bekasi setiap harinya.
"Pengerjaan konstruksi sudah selesai, sudah ada serah terima juga. Sampah sudah mulai masuk sejak Rabu (14/1) lalu," ungkap Ratim Rukmana, Kabid Data Potensi dan Pengembangan, Dinsih Kota Bekasi, Minggu (18/1/2015).
Ratim mengatakan, digunakannya zona seluas 1,6 hektar itu untuk pembuangan akhir sampah karena kelima zona lainnya sudah penuh. Ketinggian sampah di beberapa titik zona bahkan sudah mencapai sekitar 12 meter lebih.
Ratim menjelaskan, lahan di TPA Sumurbatu itu seluruhnya mencapai 15,2 hektare. Lahan seluas itu dibagi menjadi lima zona yaitu zona I dan II seluas 2 hektare, zona III seluas 1,7 hektare, zona IV sekitar 2,7 hektare, zona V seluas 2,4 hektar, dan yang terbaru zona V-D seluas 1,6 hektar.
"Lahan seluas 15,2 hektar itu tidak seluruhnya digunakan untuk area pembuangan sampah, tapi juga digunakan untuk fasilitas penunjang, seperti akses jalan masuk, kantor, dan IPLT (Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja)," kata Ratim.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kebersihan Kota Bekasi, Abdillah, mengakui masih banyak sampah yang belum terangkut ke TPA Sumurbatu. Diperkirakan, volume sampah yang belum terangkut itu mencapai 800 ton per hari.
Tingginya volume sampah yang tidak terangkut ke TPA Sumurbatu itu, kata dia, karena kurangnya armada truk pengangkut sampah serta kurangnya lahan pembuangan sampah di TPA Sumurbatu.
Abdillah menyatakan, Dinsih Kota Bekasi menargetkan dalam lima tahun mendatang, sebanyak 60 persen sampah bisa terangkut semua ke TPA Sumurbatu, dan 20 persen lainnya diberdayakan oleh masyarakat.
"Saat ini sudah ada 122 bank sampah, ada yang sudah sampai bisa mengolah 1,5 ton per hari. Kami akan dorong agar bisa sampai 1.000-an bank sampah karen ini bisa dikembangkan di tingkat RT, RW, bahkan di sekolah," jelasnya.