Jumat, 10 April 2026

Bahan Bakar Gas

Pembangunan Jaringan Pipa Gas untuk SPBG dan Rusun

Pemprov DKI terus berupaya menambah pasokan BBG untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan moda transportasi massal, bus Tranjakarta.

WARTA KOTA, GAMBIR - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya menambah pasokan bahan bakar gas untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan moda transportasi massal, bus Tranjakarta. Dengan bekerjasama dengan PT Pertamina dan Perusahaan Gas Negara (PGN), Pemprov DKI terus melakukan pengembangan jaringan pipa gas yang ada di wilayah Ibukota Jakarta.

Kepala Dinas Energi dan Perindustrian, Haris Pindratno menjelaskan bahwa dalam pengembangan jaringan gas dengan PT Pertamina akan menggunakan jaringan yang ada. Jaringan itu akan tersambungkan dengan Stasiun Pengisian Bahan Umum (SPBU) milik Pertamina.

"Pertamina kan sudah komitmen akan membangun 49 SPBG, dan kami sedang kordinasikan dengan pihak Pertamina," kata Haris saat dihubungi Warta Kota di Balai Kota DKI, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2015).

Dengan jaringan yang disalurkan ke SPBU milik Pertamina, pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak kesusahan dalam mencari lahan untuk pengembangan pipa gas. Menurutnya, tujuan pengembangan pipa gas di SPBU milik Pertamina adalah untuk menyokong operasionalisasi bus Transjakarta.

"Pipa gas yang akan dibangun menurut informasi rapat panjangnya masih disurvei," ujar Haris.

Untuk pembangunan SPBG dari PGN sendiri belum dilaporkan kepada pihak Dinas Energi dan Perindustrian DKI Jakarta. Sehingga, dia tidak mengetahui secara detail rencana dari PGN dalam melakukan pembangunan SPBG ataupun jaringan pipa gas untuk Rumah Susun (Rusun).

"Kalau PGN belum lapor kesini, jadi belum bisa menentukan. Informasi dari PGN masih pembahasan tingkat atasan," kata Haris.

Rp 2 miliar untuk permukiman

Prioritas dari Dinas Energi dan Perindustrian adalah untuk masalah perkampungan atau kawasan pemukiman warga. Sehingga, kebutuhan dari masyarakat bisa terpenuhi. Hal ini dikarenakan harga gas sendiri sudah mulai mahal. Anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp 2 miliar.

"Kami prioritas pembangunan jaringan pipa gas untuk rusun. Tahun 2015 ini mulai dibangun seperti di Rusun Marunda," kata Haris.

Jaringan pipa gas yang ada di Jakarta, kata dia, masih sangat jarang. Sehingga, alur jaringan pipa gas akan mengikuti jaringan pipa gas yang ada. Menurutnya, biaya yang dikeluarkan akan lebih mahal dibandingkan dengan jaringan pipa gas yang ada.

"Nanti akan ada di rusun wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Prioritas jaringan pipa gas adalah yang dekat dengan pipa yang sudah ada," ucap Haris.

Masih dirapatkan

Kepala Pusat Penerangan PT PGN, Ridha Ababil mengatakan, pihaknya memang ingin memperbanyak jumlah SPBG dengan bekerjasama dengan PT Jakpro. Namun, hingga kini masih terus dirapatkan karena persoalan lahan yang menjadi kendala saat ini.

"Untuk pembangunan SPBG akan ada di pool Transjakarta seperti di Cawang, Pinang Ranti dan Rawa Buaya, Perintis Kemerdekaan," kata Ridha.

Halaman 1/2
Tags
SPBG
rusun
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved