Sabtu, 18 April 2026

Pohon Tumbang

Asal Rutin Periksa Pohon, Tak Punya Alat Deteksi Bukan Alasan

Tak memiliki alat pendeteksi keropos pohon bukan alasan tak mengetahui kondisi pohon. Sebab cara kuno bisa dilakukan.

WARTA KOTA, BOGOR - Tak memiliki alat pendeteksi keropos pohon bukan alasan tak mengetahui kondisi pohon. Sebab cara kuno bisa dilakukan, asal rutin dan rajin.

Sebelumnya, Kepala Subbagian Kebun Raya Bogor Rosniati Apriano Risna mencoba menghindar dari kesalahan.

Kepada Wartakotalive.com, Rosniati menyebut pihaknya tak memiliki alat pendeteksi keropos. Sehingga tak tahu batang pohon damar yang tumbang dan menewaskan lima orang telah keropos. Sebab dari luar terlihat baik.

Ahli Hutan Kota Institut Pertanian Bogor, Endes N Dahlan, menyebut, apabila tak memiliki alat itu, pemeriksaan keropos tetap bisa dilakukan. Tak ada alasan.

Caranya dengan menggunakan metode kuno. Yaitu memakai palu dan mengetukkannya ke batang pohon.

Apabila saat diketuk bunyinya 'tung', berarti pohon tak keropos. Tapi saat bunyinya 'tak' berarti pohon keropos. Endes yakin petugas di Kebun Raya Bogor paham soal metode pemeriksaan keropos model lama ini.

Menurut Endes, Kebun Raya Bogor seharusnya memperhatikan pohon-pohonnya. Terutama terkait keropos. Sebab usianya rata-rata sudah diatas 100 tahun.

"Semestinya kalau pohon usianya sudah diatas 100 tahun. Minimal setahun sekali dilakukan pemeriksaan tingkat keropos," ucap Endes ketika dihubungi Wartakotalive.com, Senin (12/1/2015) pagi.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved