Gara-gara Kondom Tarif PSK Naik Tajam
Gara-gara krisis ekonomi di Rusia berdampak pada harga kondom di negara ini telah meningkat sebesar 15 persen.
MOSKOW, WARTA KOTA -- Gara-gara krisis ekonomi di Rusia berdampak pada harga kondom di negara ini telah meningkat sebesar 15 persen. Kenaikan ini berimbas pada naiknya tarif pelacur (PSK) di Rusia.
Media setempat melaporkan bahwa pelacur lokal menaikkan tarif atau mematok tarif mereka dengan dolar. Dua jam layanan pelacur di Kota Murmansk tarifnya antara Rp 600.000 hingga Rp 1,3 juta sebelum krisis berlangsung. Kini mereka menaikkan tarif hingga 50-100 persen. "Gadis-gadis tidak bisa bekerja merugi," kata manajer rumah bordil setempat.
Seperti diberitakan bahwa mata uang Rusia, Rubel terdepresiasi 44 persen terhadap dolar AS sejak awal tahun ini dan mata uang Rusia itu terus terjun bebas, yang membuat impor barang - termasuk kondom - lebih mahal.
Rusia tidak punya pohon karet sendiri, situs berita Rusnovosti.ru mengatakan Jumat, mengutip seorang wakil serikat toko obat.
Kontrasepsi laki-laki biasanya dihasilkan dari lateks alam, yang dikumpulkan dari pohon-pohon tropis. Sebagian besar lateks saat ini dihasilkan oleh perkebunan karet di Asia Tenggara. Aneksasi Rusia Ukraina menyebabkan sanksi internasional. Ini, dikombinasikan dengan penurunan tajam harga minyak, telah berdampak buruk terhadap ekonomi Rusia dan melumpuhkan rubel.
Konsekwensinya, kondom jauh lebih sulit terjangkau. Selain menyebabkan pelacur Rusia untuk menaikkan tarif, mudah untuk meramalkan peningkatan besar dalam penyebaran penyakit menular seksual dan jumlah kehamilan yang tidak diinginkan.
Memang, rubel mungkin berada dalam kondisi yang buruk sekarang, mengingat ketergantungan ekstrim Rusia pada ekspor minyak dan gas. Tapi, masyarakat internasional kemungkinan akan bekerja untuk menopang, bukan lebih melukai, ekonomi Rusia.
sumber: Surya