Pengendara Alih ke Pertamax
DI SPBU Pejompongan Jakpus Pengendara Antre Isi Pertamax
Biasanya memang enggak terlalu lama mengantre pertamax, tetapi kayaknya orang-orang sudah pada pindah ke pertamax
Sebelum harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dinaikkan, antrean panjang selalu tampak di setiap stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) untuk mengisi premium. Sementara antrean untuk pertamax umumnya tidak terlalu panjang, kadang-kadang bahkan tidak perlu mengantre. Saat ini harga premium Rp 8.500, sedangkan pertamax Rp 10.000.
Namun setelah harga premium naik, antrean yang cukup panjang tampak untuk mesin pengisian pertamax. Di SPBU Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat Senin (24/11/2014) siang, ada sekitar 15 kendaraan roda dua yang mengantre di mesin pengisian pertamax.
Jumlah tersebut tidak berbeda jauh dengan antrean premium yang berkisar belasan kendaraan juga. "Biasanya memang enggak terlalu lama mengantre pertamax, tetapi kayaknya orang-orang sudah pada pindah ke pertamax," ujar Setiawan (46) warga Bendungan Hilir yang tengah mengisi bensin siang itu.
Setiawan sendiri merupakan salah satu konsumen yang berpindah dari premium ke pertamax. Sehingga siang itu, untuk mengisi Honda Beat birunya, ia memilih untuk mengantre di mesin pengisian pertamax.
"Harganya sudah hampir sama, kualitasnya lebih bagus pertamax, yasudah lah pakai pertamax saja," kata wirausahawan ini.
Sementara itu, bagi Presteniko (22), perpindahan orang menggunakan pertamax dari premium adalah hal yang wajar ketika harga premium dinaikkan. "Pas harga premium belum naik saja, kalau memang mengejar kualitas harusnya pillih pertamax," ujar mahasiwa yang terbiasa menggunakan pertamax ini.
Ia mengakui, menggunakan pertamax dapat membuat bahan bakarnya lebih irit. Dengan menggunakan pertamax, motor Honda Spacy miliknya bisa untuk dipakai selama tiga hari, sementara premium hanya bisa dua hari