Upah Buruh

Ini Janji Bima Arya Kepada Buruh yang Mendemonya

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, siap menjadi penghubung antara buruh dengan Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri.

Penulis: | Editor: Suprapto

WARTA KOTA, BOGOR— Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, siap menjadi penghubung antara buruh dengan Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri, terkait tuntutan kenaikan upah minimum kota (UMK) dan soal kenaikan kehidupan hidup layak (KHL).

"Saya akan sampaikan seluruh tuntutan buruh ke Menaker, kebetulan pak Hanif Dhakiri teman saya," ujar Bima Arya saat berbicara dihadapan ratusan buruh se-Kota Raya di Balaikota Bogor, Rabu (29/10).

Kepada para buruh, Bima juga menjanjikan akan segera merealisasikan tuntutan kenaikan upah sebesar 30 persen.

"Saya akan perintahkan kepala dinas tenaga kerja untuk segera membahas tuntutan kenaikan upah ini," ucap Bima yang disambut tepuk tangan ratusan buruh.

Dalam aksinya, gabungan buruh meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor agar menaikkan UMK 2015 sebesar Rp 700 ribu dari sebelumnya Rp2.352.350 menjadi Rp3.058.055.

Aksi demo yang digelar buruh dari SPN, PSP, Aliansi Serikat Buruh, Opsi, SPN Serikat Pekerja Nasional dan Serikat Pekerja Pos Indonesia.

Koordinator Buruh Kota Bogor, Iwan Kusmawan mengatakan, tuntutan buruh ini seiring dengan rencana pemerintah pusat yang ingin menaikkan harga BBM. Para buruh ingin kenaikan itu disesuaikan dengan upah yang pantas.

"Kita meminta Walikota Bogor untuk menaikkan upah menjadi 3 juta rupiah. Selain itu KHL yang sudah disepakati sebanyak 60 item kami minta direvisi dan ditambah menjadi 84 item," katanya disela-sela aksi demo.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved