Irwandi Sempat Telepon Istri Sebelum Tewas
Wajah Suryanti (34) menyiratkan kesedihan. Mukanya merah, matanya sembab tampak habis menangis tersedu-sedu.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Lucky Oktaviano
WARTA KOTA, JAKARTA - Wajah Suryanti (34) menyiratkan kesedihan. Mukanya merah, matanya sembab tampak habis menangis tersedu-sedu.
Wanita berjilbab ini tak menyangka bakal ditinggal pergi selamanya suaminya, Bripka Mohammad Irwandi Malik.
Irwandi merupakan anggota Buru Sergap (Buser) Satuan Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Tanjung Priok.
Irwandi gugur ketika mobil Suzuki APV hitam bernopol E 1818 TR yang dikendarainya tertabrak KA di perlintasan Cirebon, Jawa Barat, Rabu (22/10/2014) pukul 14.30.
Selain Irwandi, Brigadir Sutriono anggota Buser lainnya dan dua tersangka bernama Nana Mulyana dan Wartono juga tewas di mobil yang sama.
Sedangkan Iptu Martua Malau dan Briptu Muhammad Hadi Santoso masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit daerah Cirebon, Jawa Barat.
Saat ditemui di rumahnya di Jalan Samudra III RT 07/14, Tanjung Priok, Jakarta Utara, suara Suryanti tampak berat. Tubuh perempuan yang tengah mengandung anak ketiga berusia empat bulan ini juga lunglai.
Untuk berdiri tegak, ia harus digandeng oleh dua kerabat di sisi kanan dan kirinya.
Sebelum mendapat kabar buruk, Suryanti merasa ada yang aneh dengan suaminya. Satu jam sebelum tewas, Irwandi menyempatkan diri menghubungi Suryanti melalui sambungan telepon.
Kala itu Irwandi menanyakan kabar kedua anaknya yang masih bersekolah di tingkat SD. "Suaranya agak berbeda, seperti terdengar cemas. Padahal biasanya tidak seperti ini," ujar Suryanti pada kamis (23/10).
Menurut Suryanti, ditinggal keluar kota oleh suaminya merupakan hal yang biasa. Terlebih perginya Irwandi untuk menangkap pelaku setelah mengembangkan kasus yang terjadi di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok.
"Ngomongnya mau nangkap orang di Cirebon, memang tugasnya dia seperti itu sejak masuk polisi tahun 2001," kata Suryanti.
Sementara itu, AKBP Hengki Haryadi, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok mengatakan, kedua anggota yang gugur dalam tugas pengembangan kasus ini, akan diajukan kenaikan pangkat.
Irwandi yang masih menjabat dengan pangkat Bripka akan dinaikan pangkatnya menjadi Aipda (anumerta). Sedangkan Brigadir Sutriono akan dinaikan pangkatnya menjadi Bripka (anumerta)
Menurut Hengki, empat anggotanya itu tengah mengembangkan kasus pencurian dan kekerasan yang pernah terjadi di wilayah pelabuhan.