Breaking News:

Presiden Terima Dua Nama Calon Pimpinan KPK Hari Ini

Presiden SBY akan menerima laporan Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Kamis (16/10/2014).

Kompas.com
Imama Prasodjo 

WARTA KOTA, PALMERAH— Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menerima laporan Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Kamis (16/10/2014).

Dalam kesempatan ini pula, kata Amir, Pansel KPK akan menyerahkan dua nama yang lolos seleksi untuk diserahkan kepada Presiden.
"Besok (Kamis/16/10/2014), Insya Allah jam 10.30 kami diterima bapak Presiden," ungkap Ketua Pansel KPK, Amir Syamsuddin di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/10/2014) malam.

Menurut dia, dua nama kandidat lebih etis diumumkan seusai pertemuan Pansel KPK dengan Presiden. Amir pun enggan berkomentar apakah dua kandidat tersebut adalah Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas dan Kepala Bidang Hubungan Internasional Sekretariat Kabinet Robby Arya Brata.

Sebelumnya, Jubir Pansel Imam Prasodjo katakan, dua nama yang akan diserahkan kepada Presiden telah memenuhi dua kriteria, yakni kriteria normatif dan substantif. Secara normatif, menurut dia, kedua nama itu dianggap memenuhi kriteria pimpinan KPK, seperti yang diatur dalam Pasal 29 Undang-Undang tentang KPK.

"Di dalam undang-undang itu kan ada sejumlah prasyarat umum yang harus dipenuhi. Nah, dua calon ini dianggap memenuhi syarat," kata Imam.

Secara substantif, dua calon ini dianggap memiliki integritas, bukan merupakan partisan partai politik tertentu, dan memiliki kepemimpinan.
Sebelumnya, Pansel melakukan tes wawancara terhadap enam calon pimpinan KPK. Enam calon tersebut adalah Dosen Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan Jamin Ginting, Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan Busyro Muqqodas, anggota DPD 2009-2014 I Wayan Sudirta, jurnalis Tempo sekaligus pengacara Ahmad Taufik, Kepala Bidang Hubungan Internasional Sekretariat Kabinet Roby Arya Brata, dan pegawai Biro Perencanaan Anggaran KPK Subagio.

Dari enam calon tersebut, Pansel memilih dua nama untuk diserahkan ke Presiden, kemudian Presiden akan mengajukan dua nama tersebut mengikuti proses uji kelayakan di Dewan Perwakilan Rakyat.

Penulis: Sri Handriyatmo Malau
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved