Rabu, 15 April 2026

Ketua DPRD Ditodong Senapan, Kapolresta Depok Periksa Anak Buah

Kapolresta Depok mengaku sudah memeriksa anggotanya yang diadukan telah menodong dan mengokang senjata ke Ketua DPRD Depok.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Lucky Oktaviano

WARTA KOTA, DEPOK - Kapolresta Depok Komisaris Besar Ahmad Subarkah mengatakan pihaknya sudah memeriksa anggotanya yang dituding menodong dan mengokang senjata ke arah Ketua DPRD Depok, Hendrik Tangke Allo, Kamis (2/10/2014) sore.

Saat itu Hendrik tengah melakukan sidak ke proyek pembangunan Apartemen Terrace Suites di Jalan Raya Cinere.

"Saya sudah periksa anak buah saya. Dia tidak melakukan seperti yang dituduhkan. Bahkan posisi anggota saya jauh dari Ketua DPRD. Ia siap direka ulang untuk membuktikannya," kata Ahmad, Jumat (3/10/2014).

Karenanya kata Ahmad, diduga ada salah paham atau miskomunikasi dalam peristiwa ini.

"Saat itu, senjata laras panjang yang dipegang anggota, sedang dilipat. Mungkin terdengar seperti dikokang. Di sinilah terjadinya salah paham itu," kata Ahmad.

Ia mengaku sudah mengkonfrontir keterangan anggota yang diduga melakukan pengokangan itu ke anggota lainnya.

"Senjata laras panjang SS itu dibawa anggota Sabhara kami sebagai bagian dari protap. Tidak kami temukan adanya penodongan atau pengokangan senjata," katanya.

Seperti diketahui Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo mengaku nyaris saja ditembak oleh oknum anggota polisi dari Polsek Limo, Kamis sore pukul 15.00.

Saat itu, Hendrik tengah melakukan inspeksi mendadak ke proyek pembangunan Apartemen Terrace Suites di Jalan Cinere Raya, Depok.

Di sana ia mengaku ditodong senjata api laras panjang oleh seorang polisi berpakaian dinas. Bahkan, sang polisi sempat mengokang senjata apinya dan mengarahkannya ke arah Hendrik. 

Namun akhirnya oknum polisi itu ditenangkan oleh anggota polisi lainnya. Hendrik mengaku peristiwa ini membuatnya shock.

Menurutnya saat kejadian dirinya tengah berbincang bersama warga dan sejumlah LSM di ruko di seberang apartemen.

"Karena tidak berhasil menemui pihak manajemen pengembangnya, saya duduk-duduk di ruko di seberang apartemen. Di sana saya bicara dengan warga dan beberapa LSM," kata Hendrik.

Tak lama kemudian, ada tiga mobil patroli polisi yang datang. "Sekitar lima orang polisi turun dan menemui saya," ujar Hendrik.

Saat itu kata Hendrik, ia langsung memperkenalkan diri sebagai anggota DPRD Depok. "Bahkan saya bilang, kalau saya adalah Ketua DPRD Depok," ujar Hendrik.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved