Omzet SPBU Rest Area Karang Tengah Turun 50 Persen
Pihak manajemen SPBU rest area Jakarta Pinang Point mengaku turun omzetnya semenjak premium tidak diperbolehkan di SPBU rest area
WARTA KOTA, TANGERANG - Pihak manajemen SPBU rest area 3415137 kilometer 14 Tol Tangerang-Jakarta Pinang Point (Pintu Tol Karang Tengah) mengakui bahwa omzet mereka terjun bebas sejak premium tidak diperbolehkan dijual lagi di SPBU rest area.
"Memang terjun parah sekali, mas. Sebelum pemberlakuan aturan ini, biasa dalam sehari kami bisa jual sekitar 170.000 liter bensin. Sekarang paling cuma 90.000 liter saja," ujar General Manager SPBU rest area 3415137 Pinang Point, Devi Arlitawati di kantornya, Senin (22/9).
Jumlah tersebut, Devi memaparkan, jika dirupiahkan sama dengan Rp 900 juta per hari menjadi Rp 450 juta per hari. "Jelas akhirnya para karyawan dan tenant-tenant kami yang kena imbas," kata Devi lagi.
Menurut Devi, anjloknya omzet per hari tidak hanya dialami oleh pihaknya, tapi juga pihak tenant yang ada di SPBU tersebut. "Rata-rata tenant disini juga drop 30-40 persen omzetnya karena imbas tidak ada premium," kata Devi lagi