Seratusan Orang Lebih Lakukan Aksi Tolak Eksploitasi di Bundaran HI
Mereka bergabung bersama untuk mengingatkan masyarakat bahwa bumi mereka semakin tereksploitasi.
WARTA KOTA, TANAH ABANG - Sekitar seratusan orang lebih di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (21/9), melakukan aksi tolak eksploitasi. Beberapa dari mereka ada yang membawa spanduk dan kertas karton berwarnah merah dan oranye bertuliskan 'Pawai Iklim Massal'.
"Jangan coba-coba eksploitasi tanah kami," teriak massa aksi di lokasi.
Dalam aksi tersebut, ternyata mengundang para warga yang tengah asik berolahraga di kala Care Free Day. Bahkan, nampak satu per satu warga turut menyerukan dalam tersebut, dan menyerukan penolakan eksploitasi alam yang berlebihan.
Diketahui, para massa aksi berjalan kaki dimulai dari depan Gedung UOB Plaza hingga Bundaran HI. Mereka yang sambil menyerukan aksinya, kemudian berputar kembali ke gedung UOB.
Terlihat, salah seorang aksi massa yang ikut dalam pawai iklim membawa balon paru-paru dan kepala manusia berwajah murung. Di gambar kepala manusia itu, tergambar penuh mesin traktor, tower dan gedung-gedung bertingkat.
Menurut koordintor aksi, Suratno Kurniawan, aksi tersebut dilakukan serentak di hampir 150 lebih negara di dunia. Dalam aksi tersebut menurutnya, diikuti oleh berbagai komunitas pecinta alam.
"Hampir 150 negara yang yang turut lakukan aksi seperti ini. Ini kan peringatan Internasional kok. Ini ada komunitas - komunitas yang ikut aksi. Seperti komunitas pecinta lingkungan, seniman, sosial dan sebagainya," katanya.
Menurut Suratno, mereka bergabung bersama untuk mengingatkan masyarakat bahwa bumi mereka semakin tereksploitasi. Ia berharap ke seluruh masyarakat Indonesia untuk turut bersama-sama memperjuangakan tanahnya agar tidak tereksploitasi.
Dalam aksinya, para aksi massa juga memainkan beberapa alat musik. Alat musik gendang dimainkan sambil sesekali berhenti berjalan. (Panji Baskhara Ramadhan)