Jakarta Monorail
Ahok: Kami Tinggal Lihat PT JM Punya Duit Enggak?
Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, deadline untuk PT Jakarta Monorel pada bulan September 2014 mendatang.
WARTA KOTA, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, deadline untuk PT Jakarta Monorel (JM) pada bulan September 2014 mendatang. Pasalnya, hingga saat ini dia masih mempertanyakan kesanggupan pendanaan PT JM untuk membangun infrastruktur moda transportasi berbasis rel, monorel.
"Kami tinggal lihat saja 30 persen duitnya ada apa nggak? Kami kan tunggu September. Pokoknya logika sederhana saja, saya tidak mau anda membangun monorel dengan modal hak properti yang anda dapat dari kami," kata pria yang akrab disapa Ahok di Balai Kota DKI, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (20/8/2014).
Ahok mengatakan, PT JM meminta hak properti sebesar 200.000 meter per segi. Namun, menurutnya itu adalah akal-akalan dari PT JM untuk membangun monorel. Apalagi PT JM meminta hak penggunaan properti di atas lahan 200.000 meter per segi. Menurut Ahok, lebih baik Pemprov DKI membangun sendiri proyek monorel.
"Kalau 200.000 meter per segi kamu sewain 25 juta per tahun, kamu dapat uang 50 triliun loh 10 tahun. Kalau kamu 2 tahun, 10 triliun. Proyek anda cuma 12 triliun, yang bener aja? Terus anda juga tidak menghubungkan ke perumahan. Hanya selintas, seperti mainan di Taman Mini. Anda tambah lagi 200.000 meter per segi. Kira-kira, kamu nolong saya mengatasi kemacetan nggak? " tanya Ahok.
Dia mempertanyakan kalau pembangunan moda transportasi itu berbarengan dengan pembangunan properti, seperti mall apakah akan mengurangi kemacetan. Menurutnya, dia akan defisit kalau mengizinkan pengerjaan proyek monorel.
"Kalau saya dari Casablanca mau ke GI mau ke Tanah Abang naik itu. Tapi anda tambahkan lagi 200.000 meter persegi untuk mall. Jangan-jangan gua defisit. Itu persoalannya," kata Ahok serius.